Well.. I didn’t expect that choosing a stroller is quite complicated.

Awalnya, gue berencana untuk beli stroller yang berkriteria ringan dan praktis untuk travelling dan harga bersahabat. Namun ternyata, ada perbedaan keyakinan (memilih stroller) antara gue dan suami dimana kriteria suami ternyata lebih rumittt.. Suami gue hampir tiap hari tuh buka youtube untuk nonton plus minusnya si stroller anu, cara membuka dan menyimpan stroller anu, perbandingan antara stroller ini dan entu, apa aja atribut tambahannya, dan sebagainya. Ternyata bagi suami gue, dia lebih suka stroller yang kokoh, long last, bisa digantungin banyak barang belanjaan (nah yang ini gue mendukung), dan temtu saja masih masuk dalam budget. Oke mari kita lanjut.

Setelah berdebat sana sini, akhirnya kami berdua memutuskan untuk membeli stroller Nuna Mixx Caviar. Apa pertimbangan suami kami pilih ini?

nuna_mixx_caviar_pack_3

  1. Pikirkan tujuan utama menggunakan stroller.

Apakah lo tipikal orang yang hobi traveling ke luar kota atau luar negeri misalnya, atau yang dekat-dekat semacam mall tapi sering? Atau keduanya?

Karena kami termasuk yang lebih sering untuk pergi-pergi ke tempat dekat namun sering semacam RS buat vaksin, mall, depan rumah, jalan-jalan pagi di BKT (maklum warga Jaktim), dan kafe, kami mementingkan stroller yang kokoh dibanding stroller ringan. Memang stroller yang ringan itu sangat menggoda ya, apalagi kalau hobi traveling naik pesawat. Tapi bagaimanapun pasti ada plus minusnya, kalau stroller ringan suka kurang cukup digandulin berbagai macam hasil belanjaan dan diapers bag si bayi itu sendiri yang cukup menyita tempat. Mengingat gue termasuk emak-emak rempong yang suka bawa barang buanyak macem mau cari suaka, walhasil gue prefer stroller kokoh.

WhatsApp Image 2018-01-03 at 10.04.26.jpeg
Perdana bawa bassinet ke RS. Worth it buat bawa diapers bag, tas pumping, tas emaknya, tas bapaknya, makanan, dan dokumen-dokumen

Untuk beratnya sendiri, si Nuna Mixx ini beratnya agak naudzubillah yaitu 13 kg. Tergolong dalam stroller yang berat pada jamannya. Gue nggak sanggup kalau ngangkut ini stroller sendirian, karena itulah selama ini kalau jalan-jalan gue belum berani berdua doang sama si bayi. Harus ada suami gue yang tugasnya angkut-angkut stroller.

Nah nanti gimana kalau tiba-tiba mau traveling naik pesawat?

Sejujurnya gue belum pernah naik pesawat bawa si Nuna ini. Tapi gue akan coba 2 bulan lagi mau ke Surabaya bawa Nuna.. Mudah-mudahan lolos uji kelayakan untuk dibawa traveling ya haha. Tapi kalau tujuan travelingnya banyak jalan apalagi di jalanan yang penuh gronjal-gronjal dan mau belanja, stroller ini insya Allah pas. Tapi memang rada PR untuk angkut-angkutnya.

2. Sesuaikan ukuran stroller dengan moda transportasi yang dimiliki.

Awalnya gue sempat ragu, Nuna ini cukup nggak ya masuk ke bagasi mobil karena ukurannya yang besar? Tapi setelah dilihat di toko dan dicoba dilipat, ternyata alhamdulillah cukup. Insya Allah stroller ini cukup masuk bagasi family car semacam avanza, xenia, ertiga, inova, dan sebagainya. Untuk yaris, jazz, datsun stroller ini nggak cukup. Ini faktor penting juga dalam memilih stroller yang kadang terlupakan, jangan pilih stroller yang besar dan berat jika mobil kita tidak punya cukup ruang untuk mengangkutnya.

3. Pelajari fitur-fiturnya dan kepraktisan dalam handlingnya.

Bayangkan kita lagi ribet gendong bayi, lalu harus buru-buru buka stroller, tapi ternyata buka strollernya ribet pisan. Atau bayangkan kita lagi mau atur strollernya supaya bayi menghadap ke arah kita, eh ternyata nggak bisa.

Nah, sebelum beli stroller juga harus diamati nih cara lipatnya bagaimana, fitur-fiturnya apa aja, bisa dilipat secompact apa, dan sebagainya. Untuk Nuna Mixx ini cara buka tutup lipatnya cukup mudah, namun untuk membalik arah kursi bayi kita harus mengangkat kursinya lalu dibalik. Jadi lagi-lagi Nuna ini handlingnya gampang tapi butuh tenaga laki (minimal tenaga wanita dempal) untuk handlingnya.

.

Ketika beli stroller, apakah perlu juga beli bassinet dan car seat?

Kemarin gue beli sepaket dengan bassinet karena jatuhnya jadi lebih murah dibanding beli terpisah. Awalnya sempat ragu, penting nggak sih bassinet ini? Namun karena gue sering ngerasa pegel untuk gendong bayi sedangkan nayi newborn itu harus pakai bassinet (saat ke rumah sakit atau jalan-jalan), jadi bassinet tentu saja berguna. Namun masa pakainya memang cuma sebentar, sekitar 3 bulan aja. Nggak apa-apa deh, nanti bisa diwariskan ke adeknya atau bisa jual di garage sale kalau sudah nggak terpakai hehe.

Untuk car seat, ini ada juga perbedaan keyakinan dengan suami. Suami prefer pakai car seat supaya anak nggak perlu dipangku di mobil, sedangkan gue prefer memangku bayi karena gue suka nyium-nyiumin kepalanya saat dambil dipangku. Selain itu, menurut gue car seat ini menuh-menuhin seat mobil jika mobil mau dipakai untuk orang-orang besar. Tapi kelebihan teman gue yang anaknya pakai car seat adalah, mereka bisa traveling naik mobil berdua doang karena si anak sudah safe duduk di car seat dan melatih anak untuk nggak pencilakan (apa ini ya bahasa indonesianya) di dalam mobil.

.

Demikian review stroller Nuna mixx semoga membantu mencerahkan dalam memilih stroller ya.

Cheers,

deguitarra

 

 

Advertisements