Halo!

Setelah di blog post sebelumnya gue cerita tentang persiapan untuk travel ke Jepang, di post kali ini gue mau cerita tentang perjalanan selama honeymoon di Jepang.

Saat beli tiket pesawat dari Indonesia, gue dan suami memutuskan untuk menuju Osaka terlebih dahulu, dan pulang ke Indonesia dari Tokyo (tidak dari dan ke kota yang sama). Setelah itu barulah kita susun itinerary perjalanan selama seminggu, dan inilah hasil perjalanannya.

DAY 1 (OSAKA)

Gue dan suami tiba di Bandara Kansai Osaka pukul 22.30. Jadi, sebelum berangkat, seperti biasa gue cari tiket paling murah dan dapatlah tiket pesawat Air Asia dengan durasi perjalanan paling cepat tapi waktu tiba di Osaka adalah hampir tengah malam. Risiko yang bakal terjadi adalah public transport sudah nggak beroperasi tengah malam. Jadi pilihannya kalau sudah nggak ada public transportation, either kita harus naik taxi (which is sangat mahal dimana dengan jarak ke hotel diconvert ke rupiah bisa sekitar 2 jutaan), atau nge-gembel di airport. Tentu saja ada perbedaan keyakinan disini, dimana suami pilih opsi 1, dan gue pilih opsi 2 alias gembelisasi. Dan untungnya, pilot yang kita tumpangi bisa mendaratkan pesawat 30 menit lebih cepat dari jadwal dan kita berdua bagaikan sedang ikut acara Running Man, lari-lari mengejar train terakhir yang beroperasi.

Ketika masih di bandara, sambil antri imigrasi, kita sempatkan capture-capture peta jalan di gmaps dan juga capture nama station tempat kita berhenti. Dan alhamdulillah berhasil berhenti di station yang dimaksud.

Sedikit masalah terjadi ketika kita harus jalan kaki dari station ke hotel karena bentuk peta di gmaps yang kita capture agak beda dengan penampakan sekitar. Untung aja di hampir tiap perempatan, ada family mart dan sevel yang buka 24 jam sehingga kita singgah beberapa kali untuk bertanya lokasi hotel kita. And finally… let’s have a rest!

Keesokan harinya, kita seharian explore Osaka. Beberapa tempat di Osaka yang kita datangi adalah :

a. Dotonbori street

Dotonbori street adalah sebuah daerah pusat perbelanjaan, makanan, dan oleh-oleh. Disana, kita juga bisa menikmati suasana Dotonbori yang selalu ramai dengan pejalan kaki. Suasana sore menjelang maghrib di Dotonbori sangat gue suka karena lampu-lampu toko sudah mulai dinyalakan dan membuat suasana menjadi lebih hidup.

20160419_161931
Dotonbori Street

b. Osaka castle

Disinilah pertama kali gue foto bersama sakura.

dsc04405
Foto bareng Sakura, checked.

Di Osaka Castle, yang bisa dilakukan adalah (tentu saja) foto-foto, dan gue juga nggak melewatkan berfoto bareng Samurai dan pinjem kostumnya. Di Osaka castle juga terdapat semacam tempat makan di pinggir taman dan tentu saja kalian wajib beli es krim Green Tea alias matcha khas Jepang plus jajanan macam takoyaki dan sebagainya.

dsc04481
Foto di depan Osaka Castle

DAY 2 (NARA)

Sebenarnya suami yang pingin ke kota ini. Jujur sebelumnya gue kurang tau ada apa di Nara. Namun karena suami gue itu tipikal orang yang seneng dengan sejarah kota, jadilah doi ngebet ke Nara karena Nara merupakan ibukota Jepang pertama sebelum Tokyo.

Perjalanan dari Osaka ke Nara cukup dekat, hanya sekitar 1 jam dengan bus. Sesampai di Nara, gue dan suami membeli one stop bus ticket dan menuju Nara Park untuk bertemu dengan rusa yang berjalan bebas di taman (sebenarnya nggak terlalu jauh beda dengan Bogor sih). Sayangnya, disana sedang hujan dan kami tidak bawa payung, jadi sempat beberapa kali kami kehujanan.

20160421_123249

DAY 3 (KYOTO)

KYOTO! Kota favorit gue di Jepang selain Tokyo. Mungkin kalau dibandingkan dengan di Indonesia, Tokyo itu macem Jakarta dan Kyoto itu seperti Jogjakarta yang kental dengan kebudayaan kuno.

Dari Osaka, kami menuju Kyoto menggunakan Shinkansen. Kami sudah membeli tiket Shinkansen dari Indonesia sehingga di station Osaka kami hanya antre untuk menukarkan tiket saja. Sayangnya perjalanan dari Osaka ke Kyoto cukup dekat sehingga kami merasakan Shinkansen hanya 1 jam. Tapi tenang saja, masih ada perjalanan dari Kyoto ke Tokyo menggunakan Shinkansen sekitar 3 jam hehe.

Di Kyoto, ada beberapa misi yang ingin gue lancarkan yaitu :

  1. Berburu geisha yang suka berseliweran di Gion
  2. Jalan-jalan ke kuil menggunakan kimono
  3. Tidur di ryokan (semacam kamar model Jepang di jaman kuno)

Untuk point nomor 2 dan 3 alhamdulillah kesampaian, tapi untuk point ke-1 hiiiks ternyata berburu geisha harus benar-benar tepat jamnya. Baiklah, ini dia spot-spot yang gue datangi di Kyoto:

IMG-20160420-WA0045
Fushimi Inari Taisha
DSC04725 - Copy
Kiyomizu dera temple
20160420_190126 - Copy
Menginap di ryokan

Kyoto adalah kota yang sangat indah dengan nuansa tradisional Jepang yang sangat terasa. Sayangnya, banyak spot kuil-kuil yang belum kesampaian untuk didatangi dan kurang lama foto-foto pakai kimononya nih, hehe. Selain itu, kalau suatu saat bisa ke Jepang lagi, semoga sempat juga untuk menonton pertunjukan geisha.

Day 4 (Fuji)

Memang kalau mau ke gunung Fuji sebisa mungkin datang pagi. Kenapa? Karena semakin siang, semakin berisiko gunungnya akan mendung sehingga puncaknya tertutup awan. Seperti yang gue alami, gue dan suami memang nggak menargetkan berangkat pagi-pagi karena badan udah lumayan remuk dan memang kami tipikal yang santai kalau lagi travelling. Di kereta menuju gunung Fuji, sudah tampak gunung Fuji yang super bagus dan bikin agak deg-degan. Tapi begitu sampai sana (padahal nggak sampai setengah jam kemudian), gunungnya sudah tertutup awan mendung dan nggak cerah-cerah. Huhuu sediiih..

20160422_091835
Alhamdulillah masih sempat lihat dari kereta sebelum ketutup awan mendung

Sesampai di area gunung Fuji, kami langsung pesan ticket hop on-hop off dan juga kita sempat naik cable car bernama Kachi kachi ropeaway.

20160422_124610 - Copy
Penampakan gunung Fuji mendung dari cable car

Ketika sudah sampai di atas, walaupun mendung, jangan terlalu bersedih. Karena ternyata ada beberapa pemuda yang membuka jasa foto dengan background lukisan gunung Fuji di saat cerah hahaha. Ternyata gunung Fuji mendung sudah menjadi problematika wisatawan dan sudah ada solusinya. Walhasil gue dan suami pun ikutan foto dengan background gunung Fuji palsu tersebut.

Day 5 – 6 (Tokyo)

Tokyo finally!

Gue dan suami sudah menjadwalkan beberapa tempat yang harus didatangi di Tokyo. Tempat-tempat yang kami datangi antara lain adalah :

  1. Sinjuku (untuk belanja barang-barang Jepang yang lucu2 seperti pakaian, masker doraemon, tamiya, dan sebagainya)
  2. Shibuya crossing street (menyeberang di penyebrangan jalan paling sibuk di dunia)
  3. Hachiko Statue (patung anjing Hachiko yang terletak di station Shibuya)
  4. Tokyo tower
  5. Tokyo sky tree
  6. Ueno park (di musim semi akan penuh dengan sakura, tapi saat gue kesana sakuranya sudah nggak ada)
  7. Patung gundam raksasa
  8. Yasukuni Jinja / Shinto Shrine
  9. Harujuku (belanja oleh-oleh di Harajuku street dan souvenir di toko Line)
IMG-20160423-WA0019
Gundam raksasa yang membuat suami terpukau
DSC04905 - Copy
Pose di Ueno Park bersama kopi favorit (tiap hari harus beli di vending machine!)

Itulah cerita singkat perjalanan honeymoon ke Jepang selama 6 hari. Karena tujuan utamanya memang jalan-jalan, jadi kami nggak fokus di honeymoonnya (loh!) haha. Harus gue akui bahwa Jepang adalah negara yang ingin gue datangi lebih dari 1 kali (karena gue punya klasifikasi negara yang sudah cukup untuk didatangi sekali saja). Apalagi Jepang memiliki area yang luas sehingga kalau nanti ada rejeki dan waktu lagi untuk kesana bareng keluarga, gue akan explore di pulau yang lain. Doakan semoga tercapai ya, aamiin!

Cheers,

deguitarra

Advertisements