Persiapan travelling ke Jepang

Halo semua!

This is my first blog after I changed my status become Mrs. Hahaa.. Jadi alhamdulillah 2 minggu yang lalu gue menikah dan sekarang gue mau sharing tentang perjalanan honeymoon gue ke Jepang selama seminggu. Siapatau bisa menjadi inspirasi dan bisa dicoba.

Why Japan?

DSC04399.JPG

Sakura di taman menuju Osaka Castle

Beberapa orang mempertanyakan hal ini ke gue. Kenapa memilih Jepang? Jawabannya adalah:

  1. Kami sama-sama belum pernah ke Jepang dan ingin ke Jepang
  2. Musimnya sedang bagus (pertengahan April sedang musim semi sehingga suhu sejuk seperti di ruangan ber AC hehe) dan sakura masih ada di beberapa tempat
  3. Feel travellingnya dapet, feel honeymoon juga dapet
  4. Abis perpanjang passport jadi e-passport, mau nyobain perdana pake visa waiver Japan (gratis tanpa visa ke Jepang) –> ga penting

Oke, setelah memutuskan pingin ke Jepang, hal pertama yang dicari tentu saja adalah tiket pesawat return dan akomodasi disana. Ada perbedaan pendapat disini karena gue adalah tipikal ransel kalau jalan-jalan alias mana aja yang penting mureeeh, sedangkan suami adalah tipikal koper alias gapapa mahal yang penting nyaman. Akhirnya gue memenangkan perdebatan dengan mencari maskapai murah haha. Kami memilih Air Asia (tiket return Rp 6 juta), dengan rute Surabaya – transit di KL – Osaka. Dan kembalinya dari Jepang : Tokyo (Haneda) – transit di KL – Jakarta. Ada beberapa tips dari gue terkait pembelian tiket pesawat :

  1. Kalau kalian pilih Air Asia, jangan terlena dengan tanpa membeli tambahan apa-apa. Jangan lupa beli tambahan bagasi dan beli makanan untuk di pesawat sejak kalian beli online. Karena kalau beli langsung on the spot jatuhnya jadi berkali lipat.
  2. Better beli kota kedatangan dan kota keberangkatan yang berbeda. Maksudnya, misalnya ketika sampai di Jepang mendarat di Osaka, kemudian pulang ke Indonesia dari Tokyo. Jadi jangan PP ke dan dari Tokyo supaya nggak bolak-balik lagi. Itupun tergantung kalian yah, mau explore kota selain Tokyo atau nggak.
  3. Ada 2 bandara di Tokyo, yaitu Haneda dan Narita. Kalau bisa, pilih yang Haneda karena jaraknya lebih dekat dari kota.
  4. Kalau kalian pilih penerbangan yang mendarat di Jepang saat tengah malam, hati-hati karena public transport Jepang tidak 24 Jepang (hanya sampai jam 12 malam). Pilihan terakhir hanya naik taksi (yang tarifnya berlipat-lipat dari public transport) atau tidur dulu di airport sampai public transport kembali beroperasi pukul 5 pagi. Gue landing jam 22.00, alhamdulillah pilotnya berhasil landing lebih cepat 30 minutes dari jadwal sehingga gue masih sempat ngejar train di Osaka.

Itu dia tips memilih tiket pesawat dari gue. Naah, setelah dapet tiket pesawat murah, gue dan suami mencari akomodasi. Karena tiket pesawat udah gue yang nentuin, sekarang giliran suami gue yang pilih. Kata doi sih jangan sampe gue yang milih, takutnya nanti nginep di hostel butut haha. Cuma ada 1 request dari gue, di Kyoto gue pingin banget nginep di ryokan (hotel bernuansa tradisional Jepang). Akhirnya diputuskan kami menginap di hotel Mystays di Osaka, Kinparo Ryokan di Kyoto, dan hotel Mystays di Tokyo. Untuk booking hotel, gue paling suka lewat booking.com karena tipe hotelnya merata (ga cuma hostel, dan hotelnya juga ga yang bintang 5 semua). Selain itu juga banyak yang menawarkan booking hotel tanpa bayar sepeserpun dulu sampai hari H kita nyampe di hotel.

Memilih hotel pun jangan asal. Selain harga dan fasilitas, tentunya kalian harus pertimbangakn lokasi dengan cara cek di gmaps. Kalau gue harus pilih yang dekat dengan subway. Maksimum 1 km jalan kaki ke subway dari hotel.

Kalau sudah beli tiket dan booking hotel, jangan lupa segera urus visa bagi kalian yang menggunakan passport. Karena gue sudah pake e-passport, bukan berarti gue bisa bebas ke Jepang tanpa mengurus apa-apa ya. Karena kita tetap harus ke embassy Jepang di M.H. Thamrin (hari kerja antara jam 8.00 s/d jam 12.00, jangan sore karena sore hanya untuk pengambilan berkas) untuk memberikan formulir pernyataan bahwa kita akan ke Jepang. Nanti di e-passport kita akan ditempel suatu catatan visa waiver sebagai ijin masuk ke Jepang.

Tiket udah. Akomodasi udah. Passport udah. Visa udah. Apalagi yaaah?

JR Pass. Apakah perlu?

Mungkin diantara teman-teman ada yang pernah denger kata-kata JR Pass sebelumnya. JR (Japan Railway) Pass adalah tiket terusan yang dapat kita pakai selama beberapa waktu tertentu di Jepang untuk naik subway bertanda JR dan shinkansen atau kereta-kereta antar kota bertanda JR.

JR Pass ini ada beberapa tipe, tergantung dari durasi travelling dan jenis tempat duduk (no seat reserved atau seat reserved). Tiket ini hanya bisa dibeli di luar Jepang, jadi pastikan kalau mau beli tiket harus dibeli dari sekarang. Karena harganya cukup lumayan, jadi kalau temen-temen nggak berencana naik shinkansen atau ga ke luar kota, kalau menurutku sih ga usah beli juga gapapa. Mungkin tiket ini worth it kalau temen-temen naik shinkansen dan lama menghabiskan waktu di Tokyo karena public transport JR ini (kalau ga salah liat) cuma ada di Tokyo.

Saya sendiri karena berencana untuk naik shinkansen 2 kali (dari osaka ke kyoto dan dari kyoto ke tokyo), naik kereta JR dari Kyoto ke Nara, dan saya juga menghabiskan waktu 2 hari di Tokyo, maka saya memutuskan untuk membeli tiket JR Pass di HIS Travel. Saya membeli untuk durasi 7 hari dan tipe seat reserved (green ticket) alias dijamin dapet tempat duduk. Harganya sekitar Rp 4,3 juta. Silakan cek di link travel HIS ini http://his-travel.co.id/jrpass.

JR Pass sendiri belum bisa langsung dipakai sesampainya di Jepang. Kita harus menukarkan tanda terima tiket JR Pass yang kita dapat dari travel, kemudian kita tukar di kantor penukaran JR Pass di station-station tertentu di berbagai kota di Jepang. Kemarin kami menukar di station shin-Osaka di Osaka. Jangan lupa lihat jam buka dan tutup kantornya ya.

20160420_081317.jpg

Abis nuker JR Pass

Selain JR Pass, HIS travel juga menyediakan sewa wifi mobile, sekitar 600ribu seminggu untuk 5 device. Tapi untuk sewa wifi mobile ini hanya bisa dibooking 3 hari sebelum keberangkatan dan nggak bisa dikirim seperti tiket JR Pass. Waktu itu gue ga dapet karena kehabisan. Walhasil gue awalnya hanya mengandalkan wifi hotel, tapi susah juga ya jalan-jalan ga ada internet. Bisa gawat kalau udah nyasar. Untungnya di family mart gue nemu ada sim card yang menjual paket internet 2GB dengan harga ¥ 3000  (1 Yen = 122 rupiah saat itu). Jadi jatuhnya lebih murah kalau untuk seminggu daripada sewa wifi hehe alhamdulillah.

Jangan lupa bawa colokan listrik yang sesuai dengan Jepang.

Kalau saran gue, mending sekalian beli colokan listrik yang adjustable itu, jadi mau ke negara mana aja kita tinggal ubah-ubah settingannya. Gue dapet colokan listrik yang adjustable itu di ace hardware.

Tiket, hotel, passport, visa, JR Pass, colokan listrik, udah semua. Tinggal 1 yang belum. Uang Yen!

Sejujurnya gue ga bawa duit Yen secuprit pun dari Indonesia. Asalkan bawa debit card Visa/Mastercard atau bawa credit card, maka nggak masalah. Cuma lebih baik sih bawa aja beberapa ribu yen untuk persiapan mengeluarkan duit dan ga perlu cari ATM.

Gue dan suami narik ATM di Malaysia karena lama transit lumayan juga tuh 5 jam. Karena kelaparan, maka kita ambil ATM dan tukar beberapa ringgit jadi Yen di Travelex (currency exchange) bandara KLIA.

Selain hal-hal penting di atas, tinggal siapkan barang-barang kebutuhan kalian seperti jaket, kamera, pakaian dalam, baju-baju lucu yang siap untuk nampang di instagram dan path, sambungan listrik, charger HP plus HPnya, obat-obatan, sambel sachet, tongsis, dan sebagainya. Jangan lupa kalau bawa kamera, mmc cardnya dibawa juga ya (nyindir suami karena kemarin mmc cardnya ketinggalan buahahaha, untung di KLIA ada). Dan kalau beli kamera via online, pastikan nyampenya sebelum berangkat yaaah (nyindir suami lagi karena gopro baru nyampe rumah pas kita udah sampe Malaysia buahaha).

Baiklah, kesimpulannya ini hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum ke Jepang:

  1. Passport
  2. Visa (atau visa waiver bagi pengguna e-passport)
  3. Tiket pesawat
  4. Booking hotel
  5. JR Pass
  6. Colokan listrik
  7. Uang Yen
  8. Barang-barang kebutuhan personal

Semoga infonya cukup bermanfaat ya. See you!

-deguitarra-

One thought on “Persiapan travelling ke Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s