Travelling di musim hujan : Singapore, Januari 2014

Hello agaiiiin!

Nggak terasa sudah di bulan ke-9 di tahun 2014 ini, dan gue baru ngepost 2 postingan blog. Di minggu pagi ini, yang sebenarnya enak buat leyeh-leyeh (sedangkan gue harus bergegas ke kantor nanti jam 14.30), terpikirlah untuk menulis perjalanan gue dan adek ke Singapore Januari lalu supaya nggak lupa.

Salah satu tolak ukur keberhasilan travelling terletak pada : partner jalan-jalan. Temen gue dulu ada yang seru banget backpackingan ke salah satu negara oke di Asia, tapi berhubung salah satu anggotanya ada yang dikit-dikit capek, laper, marah-marah, langsung buyar semua acara jalannya.

Ini baru pertama kalinya gue jalan-jalan cuma berdua ke luar negeri bareng adek gue yang cewek. Emang nggak punya adek cowok juga sih gue.. Gue pun mulai merancang itinerary dan booking sana sini. Gue kasih tugas adek gue buat baca buku travelling ke Singapore. Tiap minggu gue tes udah baca sampe mana dan ada rekomendasi mau kemana. Mari kita lihat saat jalan-jalan, apakah adek gue bisa menjadi partner yang oke?

Akhirnya, hari itu pun datang juga! Sayangnya ada 1 hal yang ngak gue perhitungkan saat itu, yaitu Jakarta lagi banjir gila-gilaan. Apalagi kosan gue berada di Kelapa Gading, sumber dari segala sumber banjir (lebay). Gue berharap pas adek gue dateng, banjir yang sepaha di depan kost nggak dateng dulu. Dan alhamdulillah doa gue dikabulkan Allah! Gue pun bertolak menuju bandara Soekarno Hatta dengan sumringah.

Day 1

Alhamdulillah di Singapore terang benderang nggak hujan sama sekali, dimana Jakarta tiap hari hujan, nggak ada matahari dan bahkan terjadi banjir dimana-mana.

1. Sesampai di Changi Airport, kita berdua langsung naik MRT ke arah Beach Road, tempat hotel kita menginap. Entah kenapa gue nggak bisa mengaktifkan paket roaming dan gue nyari penjual simcard nggak ketemu, akhirnya gue bismillah aja mencari hotel tanpa gmaps. Untungnya gue udah cari dari awal direction peta dari MRT menuju hotel. Tapi karena gue dan adek nggak bisa baca peta, capture-an gmaps gue agak kurang berguna. Sesampai di Beach Road, gue dan adek gue nyari tu hotel sampe sekitar 30 menit jalan kaki nyasar-nyasar. Padahal ternyata hanya 3 menit jalan kaki dari MRT.

2. Setelah istirahat sebentar meluruskan kaki dan browsing menggunakan wifi hotel, akhirnya kami memulai perjalanan dengan menuju the famous Merlion yang dipadati oleh manusia. Jangan lupa beli tumbler edisi Singapore (niatnya juga mau nge-wifi tapi sayangnya nggak bisa connect, hiks). Setelah puas, kami berjalan lagi dan wajib hukumnya untuk beli eskrim $s1.5. Dulu terakhir gue ke Singapore, harga eskrimnya masih $s1. Dan tentu saja antriannya selalu panjanggg.

Merlion

Merlion

Makan eskrim dulu

Makan eskrim dulu

3. Malamnya, gue dan adek gue menuju Marina Bay Sands dan nonton pertunjukan air mancur yang selalu ada tiap jam 8 malam.

Pertunjukan air di depan Marina Bay Sands

Pertunjukan air di depan Marina Bay Sands

 

Day 2

1. Seharian ini gue dan adek gue sudah mengalokasikan waktu untuk berjalan-jalan di dalam Universal Studio Singapore (USS). Tiket masuknya sudah gue beli sebelum berangkat di Indonesia karena lebih murah beli di agen travel Indonesia, dan ada bonus diskon jika makan di restoran tertentu.

Sebelum masuk ke USS, banyak toko lucu untuk foto-foto

Sebelum masuk ke USS, banyak toko lucu untuk foto-foto

Sebelum pintu masuk USS, banyak berderet toko lucu-lucu yang menjual souvenir USS maupun makanan yang nggak ada di Indonesia. Cemilan wajib yang dibeli disini adalah Garret’s popcorn rasa keju dan karamel. Cokelat Hersheys juga dijual dengan berbagai rupa jenis di toko depan pintu masuk USS ini. Sayangnya disini nggak ada toko yang menjual ovomaltine.

Selain foto-foto di tiap area, ada juga costumed characters seperti minion, betty boop, dan sebagainya. Jangan sampe ketinggalan memasuki wahana-wahana di USS (kalau antreannya nggak terlalu panjang). Waktu itu, gue cuma memasuki 2 wahana gara-gara antrenya yang panjang.  Wahana paling seru yang gue ikuti adalah revenge of the mummy, yaitu roller coaster mini yang ada gerakan mundurnya dan indoor. Sedangkan wahana satunya lagi (kalo nggak salah Far Far Away), cuma semacam nonton bioskop 4dx yang kursinya bisa gerak-gerak sesuai adegan.

2. Setelah puas keliling USS, walaupun kaki legrek, gue memaksa adek gue ke Sentosa Island. Sebenernya Sentosa Island nggak terlalu menarik buat gue, cuma gue rasa tempat ini wajib dikunjungi saat kita ke Singapore. Walhasil disana memang cuma foto-foto dan lihat sekeliling aja.

Day 3

1. Hari ini kami fokuskan jalan-jalan santai sesuka kaki melangkah. Pertama kali yang kami tuju ternyata adalah Garden by the Bay, salah satu icon Singapore yang hits banget dan cukup baru.

Garden by the Bay

Garden by the Bay

2. Setelah foto-foto di Garden by the Bay (yang ternyata jalan kaki jauh dari MRT), kami menuju ke China Town untuk beli barang-barang prentilan murah. Adek gue tiba-tiba kepengen ke Ann Siang Road yang katanya nggak jauh dari China Town. Karena gue belum pernah ke Ann Siang Road dan belum pernah denger sebelumnya, jadi kami jalan kaki berdua menuju kesana. Ternyata Ann Siang Road merupakan suatu daerah bertema vintage (dimana adek gue sangat suka banget sama vintage), baik itu cafe atau toko-toko etnik. Sayangnya, gue lupa alasannya kenapa tapi hari itu Ann Siang Road sepi dan nggak ada satupun toko yang buka. Zzziing..

Cafe-cafe di Ann Siang Road

Cafe-cafe di Ann Siang Road

3. Cabut dari China Town dan Ann Siang Road, kami bergegas menuju IKEA. Ini dia pertama kali naik bus di Singapore (biasanya naik MRT). Salah satu yang gue cari tiap ke IKEA adalah bukan barangnya, tapi kuenya yang enaknya bagaikan makan coklat di pekarangan coklat dikelilingi salju yang bisa dimakan *maap lagi nggak ada ide untuk berimajinasi*. Beginilah penampakan kue favorit gue di IKEA:

Kue surga

Kue surga

4. Sepulangnya dari IKEA, kami mampir sebentar ke Orchard Road. Bukan untuk belanja, tapi untuk menikmati suasana aja. Orang Indonesia tamptk berseliweran disana-sini untuk belanja.

Foto wajib di Orchard Road

Foto wajib di Orchard Road

5. Sudah semua checklist terpenuhi, kaki legrek gue udah ngejak pulang. Sayangnya adek gue masih punya beban 1 tempat yang pingin banget didatengin, yaitu Haji Lane. Sambil nggak berhenti-berhenti ngerengek “Haji Lane.. Haji Lane.. Haji Lane”, kami berdua kembali ke hotel dengan gontai gara-gara kaki legrek ditambah adek gue sakit gara-gara kecapekan.

Day 4

Time to go back home!

Pesawat masih jam 12 siang. Rencana jam 9 berangkat dari hotel menuju Changi Airport. Dan jam 8.30, adek gue masih ngerengek “Haji Lane..Haji Lane”. Hmm, Haji Lane nggak jauh dari hotel (jalan kaki 10 menit kalau nggak nyasar). Dengan gambling, akhirnya kita berdua kesana dan yeaaay tumben kami nggak nyasar di waktu yang tepat!

Ternyata Haji Lane adalah suatu kawasan yang penuh dengan grafiti di temboknya. Tapi bukan grafiti macam 4L4y, grafiti yang ini berseni. Dan nggak cuma grafiti aja yang ditemui di jalan ini, ada beberapa toko yang bergaya etnik vintage gitu.

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Haji Lane

Ternyata nggak rugi juga ke Haji Lane. Sangat beruntung malah, karena gue belum pernah kesana (secara bukan tempat populer yang biasa didatengin oleh traveller). Harap maklum adek gue yang sedang masa pertumbuhan ini selalu cari destinasi wisata bulan dari google tapi dari instagram.

Begitulah kira-kira perjalanan perdana gue yang cuma berdua dengan adek menjelajahi Singapore. Benar-benar partner yang oke untuk travelling! We should plan our second trip, lebih seru lagi kalo mbak Ana juga ikutan.

Ciaobella,

deguitarra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s