Kisah dari seorang Punter di Cambridge

Cuma butuh sekian detik di atas perahu yang menyusuri Cam River untuk membuat gue jatuh cinta pada kota ini. Cambridge, kota yang identik dengan manusia-manusia jenius ini, berhasil membuat gue terhanyut dengan cerita-cerita yang dibawakan oleh seorang punter. Ya, begitulah ia disebut. Punter ialah seorang pendayung perahu kecil yang menyusuri depan Cam river yang terletak di depan Cambridge University.

Gerimis tidak menghalangi gue, Hugo, dan Tiwi untuk tetap menyusuri Cam river bersama seorang punter. Konsep dari punting ini tidak jauh berbeda dengan gondola yang berada di Italia, dimana para turis menikmati pemandangan dari perahu kecil dan seorang punter mendongeng dari atas perahu – tapi yang ini tidak sambil bernyanyi. Hampir semua punter yang gue lihat bermuka tampan, dan ternyata setelah gue iseng googling, memang salah satu syarat kerja atau part time sebagai punter adalah memiliki wajah tampan. Dan beruntunglah gue karena punter yang menemani kami menyusuri Cam river bermuka mirip Adam Levine versi British (soalnya logat Inggrisnya cukup medok).

Sitting along the river

Sitting along the river

11 12 sama Adam Levine kan punter gue

11 12 sama Adam Levine kan punter gue

Cambridge University memang menyimpan cerita-cerita aneh. Dari Cam river, gue melihat tempat tinggal Stephen Hawking, ilmuwan Inggris yang super jenius.

Rumah Stephen Hawking

Rumah Stephen Hawking. Keluar2 pager langsung naik perahu.

Di tepi sungai ini pula ada sebuah pintu dorm. Katanya, sudah menjadi tradisi di dorm itu saat mahasiswa-mahasiswa baru mulai menempati dorm itu, fire alarm alias alarm kebakaran di dorm itu dinyalakan sehingga membuat mahasiswa-mahasiswa tersebut panik dan berhamburan keluar dorm. Dan mahasiswa yang tidak beruntung bakal keluar dari pintu ini dan BYUR!

Pintu jebakan

Pintu jebakan

Ada juga cerita dimana para mahasiswa teknik yang ‘iseng’ menaikkan sebuah mobil ke atas sebuah bangunan. Gue juga kurang tau caranya gimana dan ngapain mereka naikkin mobil ke atap gedung. Alih-alih dihukum, para mahasiswa yang iseng itu malah diberi penghargaan dari kampus.

Harus banget ya naro mobil di atas gedung?

Harus banget ya naro mobil di atas gedung?

Ada satu pohon di Trinity College (salah satu bagian di kampus ini) yang gw kira adalah pohon apel tempat dimana Isaac Newton bersandar dan menemukan hukum gravitasi setelah kejatuhan apel. Tapi ternyata bukan ini pohon apel yang disenderin oleh Newton. Letaknya ada di rumah tempat Newton berlibur.

Anggap saja pohon apel Newton *padahal bukan

Anggap saja pohon apel Newton *padahal bukan

Cambridge dan Oxford adalah dua universitas di Inggris yang keduanya merupakan tempat para orang jenius berada dan selalu bersaing sehat dalam meraih peringkat universitas terbaik di dunia. Nggak jarang punter yang mendayung di perahu gue bilang ‘Cambridge is better than Oxford, isn’t it’. Hahaha. Salah satu cerita yang mendukung statement ini adalah perihal shooting Harry Potter.

Dulu, Harry Potter sempat menggunakan Cambridge sebagai tempat shooting di beberapa scene. Biaya yang ditawarkan juga nggak tanggung-tanggung, yaitu £8000 per hari! Setelah beberapa kali shooting di Cambridge, mungkin produser Harry Potter mulai merasa ini pemborosan. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah shooting di Oxford University. “The moral story is, Cambridge more worth a penny than Oxford in film making scene”, kata sang punter sambil ketawa.

Begitulah penglaman 5 jam gue di Cambridge. Nggak butuh waktu lama-lama untuk jatuh cinta sama kota ini, dan yang paling penting kalau datang ke kota ini adalah punting along the Cam river!

See you,

deguitarra

One thought on “Kisah dari seorang Punter di Cambridge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s