Paris finally.

Paris adalah tujuan negara terakhir di Euro trip kali ini. Karena itu, gue dan rombongan naik train first class dari Marseille ke Paris (nggak nyambung sih alasannya). Di area first class, pemandangan yang gue lihat kebanyakan adalah wanita-wanita Paris yang penampilannya tampak sangat mahal. Di depan gue, ada mbak berambut ikal panjang, berbadan kurus seksi, dan bajunya hip banget, lagi buka laptop dan nonton film seri How I Met Your Mother yang teksnya bahasa Prancis. Udah enak-enak tiduran di kursi first class yang empuk, tiba-tiba Hugo ngebangunin gue sambil cemas : “nin, rama sakit nin”.

Gue pun terbangun dan menuju ke arah rama yang udah nggak duduk di kursinya lagi, melainkan duduk di tempat duduk kecil deket toilet dengan wajah pucat ketakutan. Sebagai ‘musuh bebuyutan’ gue selama di perjalanan, gue pun bertanya sambil agak gengsi “kenape lo ram?”. Dan sambil ketakutan dia cerita kalau tadi saat dia tidur di kereta tiba-tiba dia ngerasa sekujur badannya kesemutan, dadanya sakit, dan badannya dingin. Dia langsung kebangun sambil batuk-batuk karena baru banget kemarinnya dia baca artikel tentang tanda-tanda sakit jantung kumat dengan gejala yang baru aja dialaminnya, karena itulah dia langsung ketakutan. Gue ngasi obat dan minum seadanya dan Hugo manggil petugas train. Akhirnya manager train pun datang dan menawarkan bantuan untuk diperiksa oleh dokter. Akhirnya, petugas train langsung mengumumkan lewat speaker, apakah di antara penumpang train saat itu ada yang dokter karena dibutuhkan bantuannya segera. Dan yang nggak gue sangka, tiba-tiba berdirilah mbak seksi yang berkata bahwa dirinya dokter. Ternyata mbak hip yang duduk di depan gue tadi itu dokter! Gue kira model, mbak.

Setelah diperiksa dan dikasih obat, akhirnya Rama agak tenang dan nggak parno kagi kalau dia jantungan. Akhirnya sampailah kita di Paris! Dan setelah kita check in di hotel, gue dan rombongan menuju Eiffel jam 12 malem untuk menikmati Eiffel di tengah malem yang sepi.

Eiffel Tower

Eiffel Tower at 00:00

Setelah foto-foto di depan Eiffel tower dan ngeliat Eiffel yang kedip-kedip sebentar, gue dan rombongan ngemil bentar di kafe deket Eiffel dan pulang lagi ke hotel.

—————————————————————————————————————————————————-

Hari ke-2 di Paris, gue agak berpencar dengan rombongan. Rilla, Avie, Rama pergi ke Disneyland. Karena gue dan Hugo beranggapan takut waktu abis seharian di Disneyland doang, jadi mending dipake keliling Paris. Akhirnya gue dan Hugo pergi ke Louvre Museum sebagai tujuan pertama.

Musée du Louvre

Musée du Louvre

Nggak disangka, di dalam Louvre ternyata super gede banget dan antreannya panjang bana! Gue pernah baca di salah satu catetan seorang  traveller Indonesia, jika ada orang mau melihat semua koleksi Louvre dimana per koleksi dilihat selama 5 detik, maka orang tersebut harus dateng ke Louvre sebanyak 6 kali full day tanpa makan, jalan, dan ke kamar kecil. Di museum ini, tujuan utama gue cuma pengen liat 1 lukisan doang yaitu lukisan super terkenal karya Leonardo Da Vinci yaitu Monalisa.

Susahnya mau foto bareng Monalisa

Susahnya mau foto bareng Monalisa

Untuk foto bareng Monalisa memang dibutuhkan sedikit perjuangan (tapi perjuangan antrean super panjang masuk ke Louvre masih belum terkalahkan sih). Berbeda dengan lukisan lain di museum ini, cuma Monalisa yang lukisannya dilapisi kaca anti peluru, diberi batas beberapa meter untuk berdiri di depannya, dan ada 2 bodyguard di samping lukisan. Ditambah orang-orang berjubel yang pengen foto bareng Monalisa.

Setelah gue nemu Monalisa, gue bingung mau lihat karya seni apalagi di dalam Louvre. Karena Hugo freak pecinta museum, dimana kalo nemu museum dia bakal ngeliatin satu-satu barangnya dan cari tau sejarahnya, maka gue pun mulai bete. Gue pun mulai berkelana menyusuri Louvre sendirian ngeliat patung Venus de Milo, hammurabi code, dan sebagainya. Setelah bosen 3 jam di dalam museum, gue mulai panik. Gue dan Hugo sama-sama nggak bisa komunikasi karena nggak pegang simcard lokal. Gimana caranya gue nemu si anak satu itu dah. Alhasil dengan berbekal sedikit kenekatan, gue mau menyusuri Paris sendirian naik bus hop on hop off biar nggak nyasar. Sebelum berangkat, gue antre toilet di dalem museum, itung-itung ngerasain ‘bakery’ di Louvre. Dan inilah kerandoman yang terjadi selama Euro Trip. Orang yang sedang antre wc di depan gue adalah Atika, temen S1 gue di Bandung yang lagi S2 juga di Leeds! Setelah haha hihi bentar dengan orang tuanya Atika, gue pun langsung keluar Louvre menuju halte bus hop on hop off. Baru aja nunggu bus, gue baru sadar kalau duit cash euro gue di dompet nggak ada. Akhirnya gue balik lagi ke museum untuk tanya ATM ke security. Baru aja masuk Louvre, gue papasan dengan Hugo yangmau keluar museum! Lagi-lagi ketepatan yang luar biasa, alhamdulillah. Akhirnya gue dan Hugo menuju halte bus hop on hop off.

Tujuan selanjutnya adalah foto di depan Notre Dame church. Karena di UK udah banyak gereja dengan bentuk cukup mirip dengan Notre Dame, jadi gue nggak terlalu penasaran dan cuma foto di depannya aja.

Notre Dame

Notre Dame

Setelah nyegat bus hop on hop off selanjutnya, kami menuju landmark selanjutnya yang berada di Champ Elysse, yaitu Arch de Triomphe.

Arch de Triomphe

Arch de Triomphe

Gue dan Hugo pun memutuskan untuk lunch di salah satu resto di Champ Elysse. Salah satu yang gue suka dari Paris adalah ciri khas taplak merah kotak-kotak di restonya dan sapaan ‘Bonjour’ dan terimakasih ‘merci’ yang dikit-dikit mereka ucapkan. Setelah kenyang, kami naik bus hop on hop off lagi, melewati sungai Seine, tugu Concorde, Église du Dôme, dan sebagainya. Di Eiffel tower, kami turun karena pengen ngerasain naik ke atas menara Eiffel sampai puncak yang tertinggi.

Seine river

Seine river

Église du Dôme

Église du Dôme

Paris dari atas menara Eiffel

Paris dari atas menara Eiffel

Begitulah acara jalan-jalan mengelilingi Paris yang waktu gue cuma habis di antre! Mulai antre Louvre yang panjang banget, kelamaan mengeksplor Louvre, antre tiket naik Eiffel, antre lift mau naik Eiffel, antre turun Eiffel, dan akhirnya kami pulang menuju hotel lagi dan mendapat souvenir Disneyland dari Rilla, horeee!

Cheers,

deguitarra

One thought on “Paris finally.

  1. wah senang nya jeng😀 walopun kelamaan antree dan jln2 nya sama si Hugo pula, tp yg penting udh sampe Paris ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s