Hello Switzerland! Dinner in Geneva & explore Mont Blanc.

Setelah capek pulang dari Basel, gue dan rombongan naik train menuju Geneva. Geneva merupakan salah satu kota di Swiss yang bahasanya adalah Prancis. Sebenernya pengen meng-explore kota ini terutama ngelihat langsung gedung UNOG – Palais des Nations tempat berdirinya United Nations (PBB). Tapi gara-gara kecapekan alhasil kita langsung menuju hotel ibis Geneva, tidur, dan bersiap-siap untuk perjalanan ke Mont-Blanc besok pagi. Excited!

Keesokan paginya, kami naik bus menuju airport untuk cari bus yang menuju arah Chamonix, yaitu desa di bawah kaki gunung Mont-Blanc. Bus ini yang paling pagi jam 8, jadi gue dan rombongan lari-lari macem di film Home Alone pas hampir ketinggalan pesawat. Kurang 5 menit lagi bus berangkat, kami udah berhasil nemu dan masuk ke dalam bus. Alhamdulillah, Mont-Blanc here we come!

Setelah beruntung nggak ketinggalan bus, kami mendapat sial. Sesampai di entah station apa, si supir menyarankan untuk beli tiket ke Mont-Blanc di station itu. Rilla bertugas untuk jaga tas di atas bus, sedangkan gue dan sisanya beli tiket di dalam station. Si petugasnya bilang kalau harga ke Chamonix (tanpa naik ke puncak Mont-Blanc) seharga 111 CHF atau sekitar £76-an. Hmm mahal juga ya. Kalau naik sampai puncak, sekitar 179 CHF (sekitar £123). Hmmm.. Apa boleh buat. Jadi gue dan rombongan beli yang ke Chamonix dulu aja seharga 111 CHF. Gue pun duluan nyamperin Rilla ke dalam bus dan cerita tentang harga tiket yang mahal itu. Rilla kaget, soalnya dia pernah googling dan seinget dia harganya cuma £25. Sontak Avie pun langsung ngibrit tanya ke petugasnya dan petugasnya jawab “kalau yang 111 CHF itu konsepnya tour, jadi ntar selama perjalanan ada tour guidenya. Kalau yang 25 CHF itu naik bus kesana”. Pret! Gue sih nggak peduli ama tour guide nggak butuh juga. Gue dan rombongan langsung lemes. Kami berlima pindah ke minibus tour agent yang lebih eksklusif. Gue galau antara mau dengerin tour guidenya ngomong (rugi bok kalau nggak didengerin) atau tidur aja karena udah nggak nafsu mau dengerin.

Kakek tour guide sudah mulai cerita

Kakek tour guide sudah mulai cerita

Rama lagi berusaha banget ngikutin gaya gue kalo lagi foto

Rama lagi berusaha banget ngikutin gaya gue kalo lagi foto -_-

Akhirnya sampailah kami di Chamonix, daerah di bawah kaki gunung Mont-Blanc. Yeay! Sayangnya waktu itu suasananya berembun, jadi warna langitnya mendung. Sial banget udah jauh-jauh kesini gunungnya nggak kelihatan. Kemudian ada info dari tour agent : “mau sekalian nambah jadi 179 CHF nggak supaya bisa naik kereta gantung menuju puncak Mont-Blanc dan ikutan petualangan 1 lagi (gue agak lupa petualangan menjelajahi apaa gitu). Itu harga diskon, kalau Anda tadi naik bus kesini nggak bakal dapet harga 60an CHF untuk naik dan nambah 1 tour lagi”. Kami semua bingung, mau sekalian naik sampai puncak atau perjuangan kami berhenti disini aja. Kalau mau naik sampai puncak, takut sia-sia karena mendung. Tapi udah jauh-jauh sampai Chamonix, masa nggak naik sekalian? Akhirnya kami membulatkan tekad buat naik ke atas!

Cable car yang siap mengantar ke puncak Mont-Blanc

Cable car yang siap mengantar ke puncak Mont-Blanc

Oh iya, gue belum cerita tentang Mont-Blanc. Jadi apasih Mont-Blanc itu? Kalau mendengar kata-kata Mont-Blanc, yang terbersit di kepala gue adalah merk dompet atau bolpoin mahal. Atau gambar gunung yang ada di bungkus coklat Toblerone. Yak itu semua benar. Mont-Blanc adalah gunung tertinggi di pegunungan Alps dan EU (European Union). Tingginya sekitar 4810 meter above sea level (di atas permukaan laut), untuk bayangannya mungkin bisa dibandingkan dengan Eiffel Tower yang tingginya ‘cuma’ 320 meter di atas permukaan laut.

Sebegitu tingginya gunung ini sehingga kadar oksigen di puncak cuma 20% dan suhunya -14 derajat celcius. Kata tour guidenya, kalau merasa mual dan pusing di atas puncak berarti Anda normal karena memang gitu keadaan yang lumrah saat kekurangan oksigen. Perjalanan cable car ini sampai nembus awan lho, gokil banget tingginya bikin tegang! Karena kita semua nembus ke atas awan, jadi udah nggak terasa mendung lagi karena awan ada di bawah kita. Wow!

Puncak Mont-Blanc! We made it!

Puncak Mont-Blanc! We made it!

Rainbow in the peak of Mont-Blanc

Rainbow in the peak of Mont-Blanc

Oh iya ada tips nih buat yang tertarik mau naik ke puncak gunung dengan ketinggian super kayak gini. Pakailah outfit yang sangat proper! Jangan seperti gue yang kemarin sarapan kurang banyak karena ngejar bus pagi, pakaian cuma kaos + coat + syal + glove (untung ada jualan topi di bawah), dan sepatu sneakers kain macam converse yang kalo kena air atau salju aja udah basah! Dengan keadaan suhu -14 derajat C dan kadar oksigen cuma 20%, sampai di puncak gue udah lemesnya minta ampun. Foto-foto gue di atas semuanya muka sok-sokan bahagia (padahal aslinya lemes mual) dan bibir udah pucat. Avie (atau Rama ya?) pengen muntah. Akhirnya karena keadaan badan yang makin gawat, kita semua masuk ke cafe yang ada di atas puncak untuk minum yang manis-manis. Gue beli hotdog dan minum coklat panas dan gue mensinyalir itu adalah coklat panas ternikmat yang pernah gue minum. Pasti karena faktor udah keburu pingsan deh. Untung gue kebiasaan bawa coklat-coklat yang bisa dimasukin ke dalam tas dan selalu gue bawa selama travelling, sehingga di keadaan darurat yang butuh pasokan gula langsung gue makan deh coklatnya.

Cafe di puncak Mont-Blanc

Cafe di puncak Mont-Blanc

The Saviour

The Saviour

Selama makan di cafe, nggak sedikit rombongan yang tiba-tiba dateng sambil menggos-menggos mau jatoh, ada yang lemes banget langsung terduduk di kursi dengan kepala lunglai ke meja, tapi keliatan mereka semua happy! Jadi lemes-lemes bahagia gitu.

Setelah cukup bertenaga sedikit dan menunggu jadwal cable car datang, akhirnya ada panggilan kalau cable car sudah datang dan siap turun ke Chamonix. Akhirnya! Sesampai di bawah, kakek tour guide sudah menunggu dan dia bilang “I got a bad news and good news for you. Which one do you want to hear first?”.

Ternyata, berita yang dia bawa menurut gue adalah super duper good news! Si kakek bilang kalau wahana petualangan menjelajah apaa itu yang termasuk dalam 79 CHF ini sedang ada gangguan, jadinya paket petualangan itu dibatalkan. Dan sebagai gantinya, uang kami dibalikin sebesar 79 CHF, jadi total naik minibus, tour guide, Chamonix, dan naik cable car ke atas cuma 111 CHF (mungkin kalau dihitung-hitung malah lebih murah ini daripada kalau tadi pilih naik bus). YEAY! Akhirnya kami balik lagi ke Geneva airport untuk menunggu boarding.

Oke kalau gitu, mari kita lanjutkan perjalanan ke negara selanjutnya!

vous voir!

-deguitarra-

3 thoughts on “Hello Switzerland! Dinner in Geneva & explore Mont Blanc.

  1. hai mau tanya donk, dari geneva ke Chamonix berapa lama ya ? kalau naik bus biasa tanpa tour ada juga ya? lalu utk cable car nya apakah harus pakai tour guide juga ? terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s