Day 2 : Windsor Castle, Stonehenge, Oxford

Jadwal hari kedua adalah pergi ke Windsor Castle, Stonehenge, dan Oxford. Tapi kali ini kita ber-4 ikut rombongan tour agent bernama Evan Tour karena gue nggak ngerti bus menuju ketiga tempat itu. Dengan membayar £37.47 (ditambah dengan £24 untuk tiket masuk Windsor Castle dan Stonehenge), kita bisa menikmati ketiga tempat itu ditambah radio dan headset yang dipakai untuk dengerin tour guide.

Jadwal berangkat bis adalah 8.45 dari Victoria Coach Station, dimana jarak antara wisma Caraka dan Victoria Coach Station itu kurang lebih 75 menit. Gue bangun jam 6 dan langsung ke kamar cowok untuk nyalain lampu, buka duvet, dan teriak “bangun bangun sauuuuurrrr!!”.

FYI, di musim dingin ini matahari terbit sekitar jam 8. Jadi biasanya gue sholat Subuh jam setengah 8. Jadi kebayang kan suasana jam 6 pagi mungkin masih kayak jam 4an pagi kalau di Indonesia. Dingin, gelap, sepi. Tapi tetep aja kita udah tidur 8 jam semalam. Cuma suasana aja yang bikin males bangun pagi.

Akhirnya semua pasukan udah bangun (walaupun Bagus masih ngedumel ‘ini traveling apa pesantren kilat sih’). Tapi seperti biasa, kalau udah sarapan bareng-bareng jadi lupa nggak liat jam. Walhasil, kita baru berangkat dari wisma jam 7.45 pagi dari target jam setengah 8 paling lambat berangkat. Jam 8.25 kita masih di tube (belum transit ke line kedua) dan gue udah hampir pesimis bisa datang nggak telat. Untung gue iseng konsultasi ama si Direction and Map Division tentang jalan alternatif yang lebih cepet dan dia nemu jalur tube yang bisa menghemat waktu sekitar 10 menitan mungkin. Fiuh!

Dan bener aja, kita lari-lari sepanjang Tube sampe gue beberapa kali nabrak bawaan orang. Jam tangan sudah menunjukkan 7.40 dan itu baru keluar dari Victoria Underground. Menuju Victoria Coach Station udah lari non stop. Dalam otak gue udah terbayang persiapan speech gue di depan pasukan karena berduka atas ketertinggalan bis. Gue udah lemes banget ngebayangin nggak jadi berangkat ke tiga tempat itu, bisa-bisa mood drop 86%.

Gue dan pasukan sampai di Victoria Coach Station pukul 8.50 dengan wajah pesimis. Gue tanya ke bagian information ‘is it too late to catch this tour?’ dan ternyata dijawab ‘not at all, you can go to Gate 21, the bus departs at 9‘. ALHAMDULILLAH YA ALLAH!

1. Windsor Castle

Windsor Castle adalah tempat tinggal Queen Elizabeth. Di dalam kastil ini ada bagian dimana kita bisa melihat bagian dalam kastil jaman dulu. Ada tempat tidur king dan queen, dining room, drawing room, tempat penobatan gelar, dan sebagainya. Karena kita dipinjami audio set, jadi tiap ruangan kita bisa dengerin dari audio itu tentang sejarahnya. Cerita tentang kebakaran yang pernah terjadi di Windsor juga diceritain.

Windsor Castle

Windsor Castle

Tempat tinggal Queen

Tempat tinggal Queen

Sayangnya di dalam kastil yang berisi ruangan-ruangan king dan queen sama sekali nggak boleh difoto. Jadi cukup diingat-ingat aja di kepala.

2. Stonehenge

Stonehenge adalah batu raksasa yang terletak di Salisbury dan hingga kini belum jelas tujuan orang jaman dahulu mendirikan batu semacam ini. Cukup once in a life time aja kesini dan foto di depannya udah puas deh. Sebelum kesana, gue berhasrat banget pengen kesana, bahkan foto stonehenge gue jadikan di desktop background laptop. Tapi sesampai disana, cuma ada batu, tidak lebih tidak kurang.

PhotoGrid_1356077506650

Gambar di atas adalah perbandingan desktop background laptop gue 4 bulan yang lalu (foto atas) dan hari ini (foto bawah). Gue termasuk beruntung karena saat kesana nggak ada hujan (katanya hampir selalu hujan di Stonehenge). Anginnya kenceng dan dingin banget, jadi nggak perlu lama-lama ngeliatin batu.

3. Oxford University

Finally I hit the place where the genius creatures live – Oxford University! Oxford adalah universitas terbaik nomor 1 dan 2 di UK (selalu berganti dengan Cambridge), dan nomor 5 di dunia setelah MIT, Cambridge, Harvard,dan University College London (berdasarkan survey di 2012). Gue baru tau kalau Oxford University itu terdiri dari banyak college (jadi nggak ada kampus inti bernama Oxford), dan tiap college itu punya lambang sendiri. Mungkin J. K Rowling terinspirasi dari sini ya untuk penamaan asrama Gryffindor dan sebagainya itu.

Oxford library, banyak scene Harry Potter diambil disini

Oxford library, banyak scene Harry Potter diambil disini

Awalnya gue seneng banget ketemu dengan Trinity College (yang gue pikir awalnya adalah tempat Newton bersandar di bawah pohon dan menemukan teori gravitasi), tapi rupanya itu di Trinity College Cambridge bukan di Oxford, huhu. Setelah puas jalan-jalan, gue mampir ke university shop dan beli kaos bertuliskan Oxford University. Cakep!

Baiklah itu semua perjalanan singkat hari ini. Berangkat lari-lari, pulang santai mampir dulu di Oxford Street dan sampai di wisma pukul 10 malam. Pasukan, bubar jalan!

-deguitarra-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s