Behind the Scene : Explore London & Surrounding

Hari ini adalah hari ke-lima memasuki libur Natal. Gue dan ketiga teman gue lainnya baru saja pulang dari tugas suci yang harus diemban, yaitu Explore London & Surrounding! Di post ini, gue akan cerita tentang behind the scene dari persiapan traveling kali ini. Mari kita bahas personel dan tugas masing-masing.

Dari kanan ke kiri : Anin, Bagus, Sepun, Mas nanda

Dari kanan ke kiri : Anin, Bagus, Sepun, Mas nanda

1. Anin

Alias gue sendiri. Dalam traveling kali ini, gue bertugas sebagai (ehem) traveling leader. Tugas gue disini adalah mengkonsep semua itinerary perjalanan, mulai dari menentukan kapan traveling diadakan, mau kemana aja tujuannya, agenda tiap hari, membooking semua tiket dan hostel, berkomunikasi dengan pemilik hostel, hingga membangunkan para lelaki-lelaki supaya bisa bangun tidur sebelum ufuk tiba (demi ngejar bis). Setelah melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat dengan anggota rapat adalah 50%+1 (yaelah rapat juga cuma lewat WeChat doang), diputuskan tema backpacking kali ini disesuaikan dengan keadaan kantong masing-masing sehingga mencari semua tiket dengan harga mahasiswa (tau kan ya maksudnye).

2. Bagus

Di postingan blog gue jauh sebelumnya (tentang backpacking ke luar negeri), gue pernah berpesan bahwa : sebelum berangkat, jangan lupa download MRT map dan di salah satu anggota traveling harus ada yang bisa baca peta / googlemaps.

London Tube Map

London Tube Map

Nah, ini dia tugas Bagus. Sebagai Direction and Map Division, di tangannya selalu memegang Tube Map (FYI, Tube adalah istilah MRT di London), handphone untuk membaca googlemaps, dan galaxy tab untuk mencari informasi di web. Keahliannya mencari celah jalan pintas sudah tidak bisa diragukan lagi. Jadi biasanya tiap berangkat dari wisma, kita langsung aja panggil si peta berjalan ini dan sebut istilah-istilah berikut ini:

“Gus, kanan atau kiri?”

“Kita lewat line tube yang mana nih yang paling cepet?”

“Bus 183 lewat berapa menit lagi Gus?”

3. Sepun

Biasanya kalau lagi traveling, kita kadang lupa sholat. Nah, disinilah Sepun beraksi. Sebagai pengamalan pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan yang  Maha Esa, dan supaya perjalanan traveling kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan, maka Sepun disini menjabat sebagai Remember the God Division.

Jangan heran di sela-sela kita foto atau lagi asik ngeliatin pemandangan, tiba-tiba terdengar adzan dari handphone Sepun. Dan Sepun pun berkata :

“Teman-teman. Waktu sudah menunjukkan waktu Dzuhur. Mari kita sholat. Tayamum saja, di dalam bis.”

Tugas lain dari Remember the God Division adalah menambah itinerary keagamaan di sela-sela traveling, yaitu ibadah sholat berjamaah di masjid yang dilaksanakan di hari terakhir traveling, tepatnya di dekat Arsenal Stadium. Subhanallah, Sepun.

4. Mas Nanda

Mas Nanda adalah anggota baru yang mulai join di hari menjelang keberangkatan (untung semua tiket masih belum sold out). Pada perjalanan traveling kali ini, Mas Nanda menjabat sebagai Snack and Beverage Division. Kalau di tengah perjalanan ada yang menggumam “duh laper nih”, maka sekonyong-konyong keluarlah harta benda seperti ini dari tas Mas Nanda:

Alhamdulillah sesuatu

Alhamdulillah sesuatu

Begitulah deskripsi dari personel dan job description anggota traveling kali ini. Mungkin ada pertanyaan di benak kalian : kenapa gue jalan bareng cowok semua?

Alasan pertama adalah kebetulan yang cocok jadwalnya cuma mereka ini. Alasan kedua adalah, sometimes jalan-jalan ama cowok itu ada kelebihannya dibanding ama cewek, karena :

1. Minimasi set up time alias waktu mandi, waktu pake make up, dan sebagainya (kecuali Sepun yang berdasarkan observasi, lama mandinya adalah 32 menit). Lah gue sendiri gimana dandannya? Gue tipikal cewek yang minimalis alias dandan seperlunya aja kalau ada waktu, hahaha. Apalagi kalo traveling, palingan kalo dibuat jalan cepet beberapa menit aja udah berantakan lagi.

2. Less drama. Nggak ada ngambek-ngambekan. Kalau ama cowok, gue kalo kesel ya marah aja terus selesai sudah masalahnya. Tapi kalo sama cewek, gue nggak bisa marah. Pasti ujung-ujungnya jadi sungkan, nggak enakan, atau harus dipendem, dan sebagainya.

3. Stamina lebih kuat. Kalau backpacking, pasti paling banyak acaranya adalah jalan kaki. Kalau ada yang suka ngeluh capek atau minta pelan-pelan jalannya, sorry to say, agak bikin kasian sama anggota yang lain jadinya kan. Jadi, gue juga harus menyesuaikan dengan kecepatan jalan laki-laki, begitu pula mereka harus menyesuaikan dengan kecepatan dan stamina gue. Intinya adalah nggak boleh manja.

However, dibalik kelebihan, pasti ada kekurangan. Apa aja kekurangannya traveling bareng cowok?

1. Minimasi FOTO! Ini adalah kekurangan terbesar kalo jalan dengan cowok (kecuali cowok narsis, photographer, atau cowok yang demen dengan social media). Kenapa ya mereka nggak suka foto-foto pas traveling? Gue masih suka berdebat dengan Bagus perihal masalah ini. Dia menganggap foto diri dengan bangunan cukup 1-2, selebihnya foto bangunan aja karena otomatis satu folder foto itu sudah menjadi bukti bahwa kita berada disana. Tapi tetep aja, kenapa ya mereka ini nggak hobi foto? KENAPA??

Mereka tetap ngeluarin kamera sih. Cuma bedanya, proporsi foto mereka adalah 90% foto bangunan, 10% foto diri bersama bangunan. Beda dengan gue dimana 92% foto diri bersama bangunan dan 8% foto bangunan.

Jadi biasanya kalau gue lagi asik foto bangunan dan tiba-tiba gue terlihat mencopot kalung kamera dari leher, sebelum gue menyebut “eh eh fotoin dooong”, maka mereka akan kompak melakukan gerakan-gerakan awkward seperti : pura-pura menengok ke arah lain, pura-pura telepon, atau pura-pura asyik mengobrol. Sialaaaaaaan!

Berikut adalah urutan anggota yang hobi foto :

1.Anin

2. Mas Nanda Anin

3. Anin

4. Mas Nanda

5. Sepun

6. Bagus

2. Harus sendirian kalau melakukan aktivitas tertentu, contohnya adalah kamar tidur (gue tidur sendirian sedangkan mereka seru bertiga ngobrol-ngobrol), sholat di masjid, dan ke toilet (paling sedih kalau lokasi toilet cowok dan cewek lokasinya agak jauh jadi harus ngapalin jalan sendiri).

Oke, itulah cerita gue tentang behind the scene traveling kali ini. Di post selanjutnya, gue akan cerita tentang perjalanan detail lima hari gue di London dan sekitarnya.

Happy traveling (before exam!)

-deguitarra-

One thought on “Behind the Scene : Explore London & Surrounding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s