“Wherever you live or study in UK –no matter how far it is from London– if you don’t spare your time to go to London, that is silly.”

Ini adalah kata-kata bijak gue di tahun 2012, hohoho.

Jadi, begini ceritanya. Tanggal 11 November 2012 kemarin, PPI UK mengadakan acara tahunan dimana terdapat acara Gala Dinner yang menampilkan performance dari pelajar-pelajar di UK. Gue dan teman-teman dari Newcastle kebagian tampil main angklung. Gue seneng banget bisa dapat kesempatan main angklung disini. Selain bisa tampil, dapet juga sertifikat, temen baru, hostel + bus gratis ke London, dan yang pasti bahan baru untuk diceritain di blog!

IMG_3352

Pertama kali gue menginjakkan kaki di London, baru terasa banget betapa cupunya Newcastle. London bener-bener kota besar yang padat, sibuk, dan tentunya : hip tapi vintage. Sesampai di Victoria Coach Bus Station, gue dan yang lainnya naik Tube (istilah untuk MRT disini) ke Russel Square, lalu menuju backpacker hostel yang bernama Smart Hostel. Seperti biasa, kalau lagi jalan bareng rombongan, gue nggak pernah ngapalin jalan. Yang ada gue sibuk foto-fotoin gedung. Dan yang membuat gue tertarik adalah ada bangunan Horse Hospital di dekat Smart Hostel itu. Rumah Sakit Kuda? Hmm masih bingung.

Ayo para kuda yang sakit silakan mampir
Ayo para kuda yang sakit silakan mampir
Welcome to Smart Hostel
Welcome to Smart Hostel
Hostel lounge, penuh dengan bendera
Hostel lounge, penuh dengan bendera

Setelah rebyek urus kamar, akhirnya kita bergerak menuju the Logan Hall di University of London, tempat kita tampil. Seperti biasa kecerobohan gue pun kumat. Gue keluar lupa nggak bawa coat, cuma pake batik dan legging. Untung London udaranya masih kayak Lembang malam hari, nggak se-ekstrim Newcastle yang sampe bikin kulit sakit. Jadi masih nggak apa-apa. Btw, ternyata penampilan angklung diapit oleh penampilan Gita Gutawa (dia lagi kuliah di Birmingham University).

Angklung Performance
Angklung Performance
Gita Gutawa
Gita Gutawa

Setelah tampil angklung, gue, Ella, Joki, Rara berniat balik ke hostel. Tapi kita semua ternyata nggak ada yang hapal jalan pulang! Semua nggak bawa handphone, jadi nggak bisa buka googlemaps. Mana gue nggak pake coat, brrr. Akhirnya kita pun bertanya dengan para pria muda yang lagi nongkrong.

Joki : Excuse me, do you know where is Smart Hostel?

PPM (Para Pria Muda) : Uhm sorry we don’t know

Gue : Joki! Coba tanyain Horse Hospital, kan hostel kita deket situ!

Joki : Uhm, do you know where is horse hospital?

PPM : *hening*

Setelah Joki ngomel sembari menyebut “Ya kali malem-malem cari rumah sakit kuda!” berkali-kali, kita pun akhirnya nggak sengaja nemu hostelnya setelah tanya sana sini. Istirahat sebentar, lalu ini dia acara yang ditunggu-tunggu : enjoying night life of London!

London on Saturday night

Jam menunjukkan pukul 10 malam GMT. Gue, Made, Natalia, Rara, Joki, Oli, dan temen Oli yang dari London (sebut saja X karena gue lupa namanya) jalan-jalan untuk makan malem di tempat seru. Tapi usut punya usut, banyak tempat makan yang udah tutup (yang buka cuma bar atau dining resto yang mahal). Tapi ada untungnya nyasar kesana kemari, gue jadi dapet jepretan foto banyak banget sambil ngerasain suasana London di malam hari yang masih padat.

Becak!
Becak!
The Rolling Stones
The Rolling Stones
Malam-malam masih penuh mobil. Nggak ditemui di Newcastle
Malam-malam masih penuh mobil. Nggak ditemui di Newcastle
Ripley's Believe it or Not Museum
Ripley’s Believe it or Not Museum
Double Decker - Becak - London Call
Double Decker – Becak – Mobil

Akhirnya, kita berakhir di restoran China. Hiks jauh-jauh kesini tetap makanan China lagi. Tapi yang penting makan enak dan puas sesuai dengan kantong.

Yummy
Yummy

Setelah makan, kita pun pulang ke hostel dan siap-siap jalan keliling London di Minggu pagi. Happy Sunday!

-deguitarra-

Advertisements