Konsep unik makan seafood di Bandar Djakarta

Intro

Suatu hari di Sabtu yang hening, gue mendapat whatsapp dari rekan gue berisi “Available ndak jeung?”.

Dengan murahnya gue menjawab available. Ternyata itu adalah ajakan jalan dari mas Fariz dan mbak Nai. Hmm menarik. Tapi masalahnya, waktu itu menunjukkan pukul 16.20 waktu Indonesia Bagian Priuk. Waktu dimana 40 menit lagi adalah batas waktu pulang dari acara hedon bagi gue sebagai warga Priuk.

Catatan kecil : Waktu ideal untuk mengajak seseorang di Priuk untuk hedon di tengah kota Jakarta adalah H-1

Gue langsung sholat dan mandi secepat kilat, lalu naik Transjakarta menuju tempat ketemuan di GI (Grand Indonesia). Akhirnya kita bertiga pun cabut ke tempat tujuan : BANDAR DJAKARTA yang ada di Ancol. Mari kita kesanaaaa!

Bandar Djakarta

Bandar Djakarta

Karena ini adalah kota Jakarta yang macet dan malam minggu serta minimnya petunjuk arah di dalam area Ancol yang bikin kita muter-muter, kita bertiga pun nyampe di Bandar Djakarta pukul 21.00. Sesampai disana, dengan muka kunyu dan kelaparan (btw, makan siang gue hanyalah es buah), kita pun dapet meja dengan posisi pinggir laut persis. Gue pun berkata dalam hati “ALHAMDULILLAH”. Tapi sekonyong-konyong, datang petugas restoran berkata “Maaf mbak, ini untuk waiting list. Mbak harus daftar dulu di depan, nanti baru dipanggil dan diantar ke mejanya”.

Dengan langkah gontai, kita bertiga keluar untuk daftar waiting list. Dan di luar itu ternyata bentuknya adalah sekumpulan kursi yang banyak diisi oleh emak-emak maupun encik-encik. BANYAK BANGET YANG ANTRI.
Karena gue dan Fariz udah kehausan, kita menuju vending machine teh botol yang ada di deket ruang waiting list. Pas masukin selembar uang 10ribuan, tiba-tiba uangnya dikeluarin lagi sama si vending machine. Gara-gara duit kertas gue udah terlalu kucel.

TUHANKU. PERMINTAAN SAYA TIDAK MULUK-MULUK. SAYA HANYA INGIN ES TEH MANIS MALAM INI.

Usut punya usut, si Bandar Djakarta ini nyediain es sirup gratis buat para waiting list yang kehausan macem gue ini. Gue pun minum 3 gelas dengan membabi buta. Akhirnya terdengar petugas manggil “NIO, TIGA ORANG”. Gue reflex teriak kenceng banget sambil ngacung “NIO! NIO!”. Untung mbaknya nggak langsung tiarap.

Sesaat kemudian gue baru sadar, GUE KAN NGGAK BOLEH MAKAN SEAFOOD SAMA DOKTER KULIT GUE KARENA ALERGI! Tapi apa mau dikata, manusia tetap saja manusia.

Keunikan Bandar Djakarta
Dan inilah keunikan restoran Bandar Djakarta. Kita pesen makanan bukan cuma baca di buku menu, melainkan di pasar ikan, yaitu sejenis tempat dimana terdapat berbagai macam ikan, kepiting, udang, kerang, gurita, bahkan hiu juga ada! Dan semuanya masih hidup. Kalaupun udah ada yang mati, pasti masih seger banget di tumpukan es batu.

Ayo dipilih dipilih

Ayo dipilih dipilih

Gue bertiga pun pesen udang gede 200 gram (sekitar 6 ekor kali ya), cumi-cumi gede 300 gram (sekitar 4 ekor), gurame, dan kangkung. Kita juga bisa pesen mau dikasih bumbu apa. Kita pun pesen udang bumbu telor asin, cumi-cumi goring tepung mayonnaise, dan gurame asam manis. Minumnya tentu saja 1 pitcher es teh manis. Horee!

Makan disini sangat worth it, apalagi kalau banyakan karena porsinya banyak. Dan kalau bisa hindari peak time, seperti sabtu malam misalnya. Untuk urusan harga, disini murah dibanding restaurant seafood pada umumnya.

Udang telor asin

Udang telor asin

Udang mayonaise

Udang mayonaise

Cumi saus tiram

Cumi saus tiram

Mau surprise ulang tahun di Bandar Djakarta? Bisa.

Mau surprise ulang tahun di Bandar Djakarta? Bisa.

Kalau jalan-jalan ke Ancol, jangan lupa untuk mampir Bandar Djakarta yang beken ini, reserve meja di pinggir laut sambil melihat sunset di kota Jakarta.

-deguitarra-

2 thoughts on “Konsep unik makan seafood di Bandar Djakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s