Hai !

Gue mau sharing pengalaman gue backpacking bareng temen-temen kantor gue di libur panjang bulan Mei kemarin, jarang-jarang nih libur dari Kamis sampe Minggu. Woohoo!

Sejak Februari, gue dan temen-temen kantor udah ngerencanain untuk backpacking ke Singapore-Malaysia di liburan Mei ini. Akhirnya setelah beli tiket Air Asia dan booking backpacking hostel yang bernama Rucksack Inn di Singapore (dan sangat recommmended), kita pun berangkat. Jadi, gue berlima bersama temen-temen gue berangkat ke Kuala Lumpur hari Kamis siang, lalu malamnya kami bermalam di bis yang menuju ke Singapore (lumayan hemat biaya nginep). Kami menghabiskan 2 malam di Singapore dan balik ke Jakarta hari Minggu pagi.

Pastikan sebelum berangkat, kalian sudah membawa persenjataan macam ini :

Rute MRT Malaysia
Rute MRT Malaysia

Gue, Tiwi, Hugo, Gisha, Renny, berangkat dari Jakarta jam 12 siang menuju Malaysia. Sesampai disana, antre imigrasi dan lain-lain, akhirnya kita memulai petualangan jam 4 sore.Hal yang gue sukai dari Malaysia adalah bahasanya yang kocak. Bahasa Indonesia Melayu yang paling gue benci kalo ada tipe soal seperti itu keluar di ujian sekolah. Contohnya adalah seperti ini :

Buka semasa kecemasan sahaja. SAHABAR BHUUU..
Buka semasa kecemasan sahaja. SAHABAR BHUUU..
Bas sekolah
Bas sekolah
Hidrat semula?
Hidrat semula?

Tujuan pertama kita tentu saja : Twin Tower (Menara Petronas).

Twin Tower

Untuk menuju Twin Tower, kami langsung mencari halte KLCC di peta. Ternyata dari bandara KLIA, kami naik bus menuju stasiun Salak Tinggi (yang selama perjalanan bis ditemani lagu-lagu Melayu dan gue berasa seperti sedang syuting Laskar Pelangi), lalu lanjut naik MRT dari Salak Tinggi ke KLCC. Oh iya, sesampai di stasiun Salak Tinggi, kami beli tiket bis dari Malaysia ke Singapore pukul 11.55 malam. Ada kejadian saat beli tiket.

Gue : Pak, nak beli tike’ ke singapore malam ini untu’ 5 orang

Mas penjaga : Bila?

Gue : Hah? Bila?

Ternyata setelah ditelusuri, bila itu maksudnya kapan.

Catatan : Lebih baik berbahasa inggris di Malaysia daripada berbahasa Melayu

Kami sampai di Twin Tower di saat hari masih sore (sekitar jam 4 sore), jadi lampu twin tower masih belum dinyalain. Jangan lupa cari spot yang oke untuk foto supaya ujung atasnya Twin Tower bisa masuk dalam jangkauan kamera juga. Setelah puas foto-foto di Twin Tower sore hari, kami masuk ke KLCC (mal di sebelah Twin Tower) dan menuju foodcourt. Udah ada makanan yang gue incar disini (atas rekomendasi temen gue yang kuliah di Malaysia bernama Alge), yaitu Nasi Lemak.

Nasi Lemak
Nasi Lemak

Gue pribadi kurang suka ama rasanya karena agak aneh makan ayam goreng campur telor campur kacang goreng campur bumbu mirip bumbu sate tapi bukan. Tapi kalo kalian ke Malaysia, wajib coba nasi lemak ini, at least buat tau-tauan aja.

Sehabis makan nasi lemak, kita berangkat lagi keluar dan ternyata hari sudah malam. Dan subhanallah! TernyataTwin Tower jauh lebih bagus di malam hari dibanding di siang hari.Lihatlah perbandingannya :

Twin Tower Sore Hari
Twin Tower Sore Hari
Twin Tower malam hari
Twin Tower malam hari

Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke tujuan kedua yaitu Bukit Bintang. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Bukit Bintang

Kami naik MRT menuju Bukit Bintang, tapi sesampainya disana yang kami lihat adalah sederetan tempat makan yang penuh lampu. Kayaknya oke sih makan disini, nuansanya dapet. Tapi berhubung kami sudah makan, jadi kami foto-foto aja di sekitar situ. Dan kami menemukan orang yang dicat kelap-kelip abu-abu di pinggir jalan. Untuk foto bareng, cukup membayar sebesar 2 ringgit sahaja.

Mas-mas gemerlap
Mas-mas gemerlap
Suasana malam di Bukit Bintang
Suasana malam di Bukit Bintang

Di Bukit Bintang, gue nemu toko souvenir. Setelah belanja belanji, kita semua segera menuju ke stasiun Bukit Bintang untuk menunggu bis pukul 11.55. Saat itu waktu masih menujukkan pukul 10 malam. Jadi kita nunggu sekitar 2 jam di stasiun. Untunglah stasiunnya bagus dan ada wifi juga.

Dan ternyata, bis yang kita naiki adalah bis tingkat dan memang didesain untuk tidur. Kursinya luas, jarak sama orang depan dan belakang jauh (jadi bisa nyender 180 derajat), dan selama perjalanan lampu dimatiin. Lucu ya..

Okay, goodbye Malaysia and hello Singapore! 😀

Happy backpacking,

-deguitarra-

Advertisements