Malam !

Di post ini gue pengen sharing tentang pengalaman gue backpacking ke Macau selama sehari. Siapatau bisa bermanfaat buat temen-temen yang berminat buat liburan kesana, hehe. Jadi begini ceritanya.

Macau is a beautiful and mystic country since there are so many old churchs and also big casinos. Tapi menurut gue pribadi, agak kurang worth it kalo kalian mengkhususkan backpacking ke Macau tok, tanpa mampir ke Hong Kong dan Shenzhen. The reason is simple : objek wisatanya kurang wow banget (atau mungkin karena gue kurang mengeksplor ya?). Tapi begitulah kesan dari gue.

Jadi, beginilah rute perjalanan gue di Macau dalam waktu sehari sahaja :

1. Berangkat dari Hong Kong pukul 7.30 pagi naik ferry. Dapet tiket ferry pukul 8.30, pas lah sejam untuk antre imigrasi keluar Hong Kong, ke toilet, dan lain-lain. Perjalanan menempuh waktu 1 jam.Gue waktu itu naik TurboJet (First Ferry Macau), biayanya adalah 154 HKD. Interior di dalem ferry bagus banget walaupun yang kelas ekonomi, beda jauh sama kapal ferry Jatim-Bali atau Jabar-Lampung (ya menurut yeiy?).

Penting nggak foto di dalem ferry?
Penting nggak foto di dalem ferry?

2. Sampai di Macau pukul 9.30. Oiya, salah satu yang gue seneng dari Macau adalah bahasanya! Selain Canton, bahasa yang digunakan di Macau adalah bahasa Portugal karena Macau adalah bekas jajahan Portugal. Jadi saat di Shenzhen & Hong Kong lo bakal bosen denger bahasa Cina, sesampai di Macau lo bakal disambut bahasa2 macem “porto.. por siempre.. alejandro.. dono kasino indro..“(ngasal), pokoknya bahasa-bahasa macem kayak gitu yang terdengar seksi di telinga, hohoho.

3. Setelah antre imigrasi, seperti biasa yang dilakukan tiap mendarat di negara baru adalah : mencari peta gratisan yang disediakan di tourism counter! Dan setelah mengambil peta serta berpatokan sama kitab Mbak Wenika Yudha tentang jalan-jalan di Macau, maka segeralah kami berempat menuju tujuan pertama kita yaitu Macau Fisherman’s Wharf.

——————————————————————————————————————

Macau Fisherman’s Wharf berlokasi tidak jauh dari terminal ferry Macau, hanya 5 menit jalan kaki dari ferry terminal. Macau Fisherman’s Whaf adalah area bermain di Macau. Tapi karena menurut gue bermain bisa dilakukan di Dufan atau Trans Studio dan menghabiskan waktu uang tenaga, maka kita cuma foto-foto di beberapa spot.

Kuil di dalam area Macau Fisherman's Wharf
Kuil di dalam area Macau Fisherman’s Wharf
Salah satu gedung di dalam area Macau Fisherman's Wharf
Salah satu gedung di dalam area Macau Fisherman’s Wharf
The Underground
The Underground
Indah ya suasananya
Indah ya suasananya

——————————————————————————————————————-

4. Setelah puas berfoto-foto, kita mengikuti saran Kitab Traveling mbak Wenika yang katanya bisa naik bus 15A untuk menuju A-Ma Temple. Akhirnya kita menemukan bus stop 15A di depan Macau Fisherman’s Wharf. Tapi yang masih gue heran sampai sekarang, bis 15A yang lewat bus stop itu nggak mau berhenti. Padahal jelas-jelas ada tulisan 15A di daftar bus stop yang berhenti di halte itu. Walhasil kita naik taxi ke A-Ma Temple dengan biaya 32 MOP (sama dengan 32 HKD, kita juga bayar pakai HKD karena belum menukar MOP sama sekali).

——————————————————————————————————————-

Di perjalanan menuju A-Ma Temple, gue akhirnya melewati Grand Lisboa Casino. Salah satu casino besar di Macau. Kalau malem, beeeeuh lampunya bagus banget!

Grand Lisboa
Grand Lisboa

Nama Macau berasal dari nama temple ini, yaitu A-Ma Temple, karena itulah gue pengen kesini karena terasa cukup bersejarah. Seperti temple-temple pada umumnya, yang gue lihat disana adalah tempat bersembahyang umat Budha dan gue selalu menikmati suasana mereka saat bersembahyang dengan menggunakan dupa).

Salah satu pintu A-Ma Temple
Salah satu pintu A-Ma Temple
Umat Budha sedang bersembahyang
Umat Budha sedang bersembahyang

Di sepanjang jalan kecil menuju A-Ma Temple, terdapat berderet toko souvenir dan juga toko yang menjual makanan khas Macau, diantaranya adalah EGG TART. Kalian wajib coba kalau lagi ke Macau!

Egg tart adalah kue khas Macau yang terbuat dari telur, tepung, dan rasanya mirip klappertart yang ada di Bandung namun dengan aroma adonan telur yang lebih terasa, enak banget deh pokoknya. Harga per buahnya adalah 7 MOP.

Bungkus egg tart
Bungkus egg tart
Egg tart yang endang bambang
Egg tart yang endang bambang
Berpose makan egg tart nan unyu. Penting!
Berpose makan egg tart nan unyu. Penting!

——————————————————————————————————————-

5. Dari A-Ma temple, kami melanjutkan perjalanan yang menurut kitab mbak Wenika adalah ke Senado Square dimana terdapat banyak gereja antik dan juga Ruins of St. Paul’s Church. Dari A-Ma Temple, kita menyebrang menuju bus stop dan menaiki bus nomor 10. Gue lupa turun di halte apa karena kebetulan gue tanya nenek-nenek yang duduk depan gue dan ternyata pas banget gue sampe di halte yangΒ  gue maksud.

Depan air mancur Senado Square
Depan air mancur Senado Square

Senado Square merupakan suatu area luas yang di dalamnya terdapat banyak objek wisata (hampir semuanya adalah gereja antik), tapi yang sangat pengen gue datengin adalah Ruins of St. Paul’s Church. Sembari menjelajah Senado Square, kita sempet randomly singgah di satu museum (sayangnya gue lupa nama museumnya), yang jelas berawalan ‘Instituto’.

Museum Instituto bla bla bla
Museum Instituto bla bla bla

Salah satu yang menarik perhatian gue di dalam adalah adanya stand My Way. Disitu ada beberapa kertas biasa, namun jika kita berdiri di line yang disediakan dan kita melihat ke arah layar 3 dimensi, akan muncul sesuatu keluar dari kertas yang kita pegang tersebut. Begini contohnya :

My Way
My Way – ada kapal keluar dari kertas gue!

Di tengah perjalanan menuju Ruins of St. Paul’s Church, kami masuk ke dalam satu gereja antik bernama St. Dominic’s. Di dalamnya penuh berisi patung-patung. Ada pula beberapa orang yang berdoa di dalam sedangkan sisanya untuk berfoto-foto (termasuk gue).

St. Dominic's tampak depan
St. Dominic’s tampak depan

6. Setelah menjelajahi Senado Square dan mengikuti petunjuk jalan ke arah Ruins of St. Paul’s Church, akhirnya sampailah kita disana! Apa yang membuat gue pengen banget kesana dibandingkan gereja-gereja lain?

Ruins of St. Paul’s Church merupakan salah satu simbol Macau yang sangat terkenal. Dulunya, St. Paul’s Church adalah sebuah gereja megah dan pada tahun 1835 terjadi kebakaran melanda gereja ini. Semua bangunannya runtuh, namun hanyalah bagian depannya saja yang masih tersisa, yang dinamakan Ruins of St. Paul’s Church.

Ruins of St. Paul's Church
Ruins of St. Paul’s Church

Sepulangnya dari Ruins of St. Paul’s Church, jangan lupa membeli souvenir di pasar yang banyak ada di jalan-jalan Senado Square.

Pasar souvenir di Senado Square
Pasar souvenir di Senado Square

7. Setelah puas dengan Ruins of St. Paul’s Church, kami kembali ke ferry terminal dengan naik bus (lupa bus nomor berapa). Dari ferry terminal, kami menaiki bis-bis yang disediakan secara gratis oleh hotel-hotel besar di Macau. Kami pun menaiki bus Venetian untuk menuju Venetian Resort. Bukan untuk menginap, namun untuk mengunjungi mallnya.

Venetian Bus
Venetian Bus
Suasana di dalem venetian Resort yang mewah
Suasana di dalem venetian Resort yang mewah
Ini langit buatan yang ada di dalam Venetian Resort. Indah banget ya.
Ini langit buatan yang ada di dalam Venetian Resort. Indah banget ya.
Naik gondola ala Venetian dan diiringi suara emasnya
Naik gondola ala Venetian dan diiringi suara emasnya
Suasana casino dari kejauhan
Suasana casino dari kejauhan

Gue jadi inget tragedi Tiwi dicegat satpam saat masuk casino. Setelah berdebat panjang (si satpam ga bisa ngomong bahasa inggris), akhirnya disimpulkan bahwa si satpam mengira Tiwi adalah bocah di bawah 18 tahun. Huahahaha..

Begitulah perjalanan gue dan teman-teman di Macau yang menghabiskan waktu seharian. Sesampai di ferry terminal, kami nunggu ferry sesuai jadwal yaitu pukul 17.30 (oh iya, gue beli tiket PP sekalian saat berangkat karena takut kehabisan).Btw, special thanks to Tiwi yang telah memfoto semua kejadian dengan kameranya yang oke, huehehe.

Happy traveling!

-deguitarra-

Advertisements