Good Morning, Shenzhen!

Nihao !

Di post ini gue mau cerita tentang hari-hari gue di China. Jadi, bulan April hingga Mei ini, gue mendapat tugas untuk belajar ke YICT (Yantian International Container Terminal) yang ada di China, tepatnya di Yantian, Shenzhen. Kesan pertama saat nyampe di China adalah : HEY PEOPLE, WHY YOU CANNOT SPEAK ENGLISH AND READ LATIN? Tapi ini cuma orang-orang di tempat umum aja sih, untungnya orang-orang di kantor kebanyakan fasih bahasa inggris dan tentunya juga bisa baca huruf latin.

Bahasa tarzan adalah salah satu keahlian tambahan yang wajib dipunya bagi kalian yang nggak bisa bahasa Mandarin seperti gue. Bahasa tarzan sebenernya cara gampangnya aja, biasanya untuk urusan yang lebih rumit kita pake kamus Mandarin yang disitu juga ada huruf-huruf Chinanya. Atau aplikasi bahasa China yang ada di Apple atau Android juga bisa diandalkan kalo sewaktu-waktu kepepet dalam berkomunikasi.

Disini gue bareng temen-temen seperjuangan tinggal di Sky House Apartment (Nama Cinanya : Lanjun) di district Shatoujiao. Dan Alhamdulillah sesuatu, apartment gue letaknya strategis. Deket dengan halte bus kantor (tapi agak jauh dengan halte yang menuju ke tengah kota sih), deket dengan supermarket, restaurant, dan pertokoan yang menjual baju, sepatu, dan barang elektronik. Apartment gue dekat sekali dengan laut, jadi tinggal jalan kaki, kita bisa lihat pemandangan laut yang bagus banget, dan juga dekat dengan taman yang bisa dipake untuk olahraga atau sekedar jalan-jalan sore. Di apartment gue ini juga ada kolam renang dan gym yang bisa dipake sesuka hati. Horeee !!

Sky House Apartment

Sky House Apartment

Inilah yang gue temukan di Shenzhen :

1. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Mandarin (Pudonghua), beda dengan Hongkong yang menggunakan bahasa Canton. Sangat amat jarang orang yang bisa berbahasa Inggris, kecuali orang di dalam kantor. Keselnya lagi kalo orang yang kita temui nggak bisa baca tulisan latin, tapi jarang sih yang nggak bisa baca latin.

Tips : Siap-siap bawa kamus kecil kemanapun berada yang di dalamnya ada tulisan Cinanya juga. Simpan nama hotel kalian, supermarket, ataupun tempat-tempat penting lain yang ditulis di kertas dalam tulisan China.

2. Public transportation yang murah dan menjangkau tempat-tempat strategis di Shenzhen adalah bus dan subway train (istilah untuk subway adalah Metro Shenzhen/MTR). Dengan membeli kartu seharga 100 RMB (berisi saldo 80 RMB), kita bisa naik Metro sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Tips : Supaya nggak bingung, sebaiknya download jalur Metro Shenzhen yang ada di internet. Bagi pengguna Apple dan Android, aplikasi rute Metro Shenzhen bisa didownload, lengkap dengan tulisan China juga. Jadi misal bingung mau masuk dimana dan keluar dari pintu mana (disini pintu keluar juga ada banyak, ada exit A, B, C, D, hingga J), maka setidak nya kita bisa tanya orang dengan menunjukkan tulisan China yang ada di aplikasi tersebut.

Bagian kecil dari Shenzhen Metro yang ada di Android

Bagian kecil dari Shenzhen Metro yang ada di Android

3. Di Shenzhen, dilarang mengendarai sepeda motor. Sebagai gantinya, banyak orang bersepeda dan banyak juga bicycle rent. Jadi, selain mengandalkan bus dan subway untuk mass public transportation, ada juga sepeda yang sewaktu-waktu bisa disewa. Tinggal tempel kartu di halte sepeda, dalam beberapa jam kita bisa pake sepeda sesuka hati dan memarkir sepeda di halte-halte sepeda yang tersebar di seluruh kota.

Public Bicycle

Public Bicycle

4. DO NOT EVER USE PUBLIC TOILET IN THIS COUNTRY FOR EVERY PARTICULAR REASON, kecuali toilet kantor dan toilet di mall yang bagus. Awalnya temen-temen gue udah ngingetin jangan pernah pake toilet umum di China karena jorok. Tapi karena gue kebelet dan penasaran, gue pun memasuki toilet umum yang ada di salah satu tempat wisata dan kebelet gue ilang seketika saking kaget liat kondisi di dalamnya. Setelah itu gue nggak nafsu makan selama beberapa jam ke depan. Jangan tanya kenapa.

5. Di China, tiap keluarga dibatasi hanya punya anak 1. Kecuali kalau suami dan istri tersebut adalah anak tunggal maka diperbolehkan punya 2 anak. Disini juga jarang ditemui ibu rumah tangga karena sudah kodratnya cewek juga kerja dan anak dititipin di sekolah atau tempat penitipan.

6. Buat kalian yang nggak bisa hidup tanpa social media kayak gue, kalian kurang beruntung. Di China, social media seperti facebook, twitter, wordpress, blogspot, plurk, foursquare, dan lain-lain nggak bisa dibuka alias di-banned.

Tips : Sebaiknya cari cara untuk install software yang bisa diakses untuk buka situs-situs social media seperti free gate.

7. Kalo belanja di supermarket, sebaiknya bawa tas kantong belanjaan sendiri karena kalo kita minta plastik untuk barang bawaan, kita bakal kena charge (walaupun murah, hanya 0.2 RMB). Jadi ini cara mereka untuk menghemat penggunaan bahan-bahan plastik yang tidak ramah lingkungan ini.

Tips : Bawa plastik atau tas lipat kecil kemana-mana.

8. Seperti di negara-negara maju pada umumnya, disini tepat waktu banget. Gue udah pernah ketinggalan bis kantor, cuma ketinggalan 1 menit! Hrrrrrr.. Karena bis kantor pukul 16.50 udah berangkat, gue dan temen-temen terpaksa nunggu bis kantor pukul 17.30.

9. Cuaca yang paling enak untuk berkunjung ke China adalah bulan April dan Mei seperti yang gue lakukan sekarang karena sedang musim semi. Cuacanya dingin kayak Bandung (walau kadang suka turun hujan), enak banget untuk jalan-jalan. Bulan Juni hingga September hati-hati, kadang ada Taifun yang melanda China.

Kegiatan gue sehari-hari adalah (tentu saja) ngantor di YICT. Bus kantor bakal dateng ke halte terdekat dari apartemen pukul 8.05 tepat. Pulang ikut bis kantor pukul 16.50 naik bis yang sama.

Bus kantor

Bus kantor

Makan siang di kantin kantor, cara bayarnya hanya dengan nempel kartu pegawai dan otomatis saldo di kartu itu bakal kepotong.

Kantin

Kantin

Sepulangnya dari kantor, biasanya kalo lagi semangat jalan-jalan, kita bakal mengexplore tempat makan atau tempat-tempat seru yang ada di sekitar apartment. Kalo lagi males gerak, kita bikin nasi sendiri di kamar, lalu nonton dvd atau internetan di kamar.

Tiap wiken, gue dan ketiga temen lainnya pergi ke objek wisata. Dalam satu tim, ini dia jabatan tiap orang :

Gue : Event Organizer & Public Relation

Tyas : MTR Manager & Advisor

Tiwi : Map Route Manager & Photographer

Sepun : Finance Manager & Photographer

Hohohooo.. Mari kita tulis detail perjalanan backpacking di blog selanjutnya!

Cheers,

-deguitarra-

3 thoughts on “Good Morning, Shenzhen!

  1. Disana kebanyakan class activity mbak, jadi ada pegawai yang presentasi untuk ngajarin kita di kelas. Tapi kadang juga diajak ke lapangan untuk lihat secara langsung.

  2. Info jam krj n bukanya kntr utk cari VOA (Visa On Arrival) apaakah tahu hari apa aja dan pst tepat buka atau spt yg pnh sy baca2 di blog org kl mrk bukanya sesuka hati?tgl merah apakah mrk libur jg?
    Thk u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s