Fitness for daily activity!

Malam!

Hari ini gue mau cerita, betapa sumringahnya gue saat berhasil mencoret satu dari 13 resolusi 2012 gue. Apakah itu?

Betul sekali. Fitness. (Padahal nggak ada yang jawab).

Jadi, berlatar belakang dari bentuk tubuh gue yang kurang proporsional (makin ke bawah, ukuran makin sembrono), maka gue memutuskan untuk fitness di salah satu mal di kawasan Jakarta Utara yang deket dengan kantor. Dulu pas kuliah gue pernah fitness, tapi kurang serius. Nah sekarang gue tergerak untuk lebih serius di tempat fitness agak serius pula dengan harapan turun 7 kg dalam setahun. Bisa nggak ya?? *mari kita lihat saja di post blog gue tahun depan*.

Gue masih inget percakapan antara gue dan Untek, rekan kerja gue.

Untek : Nin, lo ikutan fitness ya?

Gue : Iyaaaaa, eh lo tau darimana? Badan gue kecilan ya?

Untek : Nggak, soalnya lengan ama badan lo gede tuh. Kekar ya?

*hening*

Dan gue akan cerita tentang hari pertama gue kesana..

Gue sampe di tempat fitness jam setengah 6 sore. Dengan celingak-celinguk tapi gaya sok sporty (gimana coba tuh), gue mendatangi bagian personal trainer (PT) untuk minta tolong ajarin pake alat-alat yang ada disana. Tapi karena saking sibuknya para PT itu, jadi ternyata harus bikin appointment dulu sebelumnya. Jadi setengah jam pertama, gue cuma diukur lemak dalam tubuh oleh salah satu PT. Dan kalo menurut alatnya, kadar lemak yang ada di tubuh gue adalah 30% (dimana yang normal itu 18%. Hiiiksss). Dan dengan pinternya dia mencoba menawarkan jasa PT dengan garansi berat badan turun 3-6 kg dalam 3 bulan. Hmm no no no, gue bokek belum siap untuk nggak makan makanan enak. Gue masih pengen makan junkfood. Akhirnya setengah jam pertama gue ngobrol dan 20 menit selanjutnya gue latihan cardio apaa gitu. *Bahkan nama alatnya aja gue lupa*. Yang penting bikin gue keringetan.

Bosen dengan alat cardio bla bla itu (walaupun gue masih penasaran sama lanjutan film yang diputer di depan alatnya), gue tertarik buat ikutan kelas aerobik. Jadi di klub fitness ini, ada kelas aerobik, RPM (sepedaan di ruangan), yoga, pilates, dan lain-lain. Pas banget ada kelas aerobik yang baru mulai. Gue membayangkan gue akan senam ala mbak-mbak SKJ 1992 lalu keluar ruangan dengan keringat deras dan bahagia.

Gue pun masuk. Isinya betina semua. Gue lega. Sampai gue menyadari sesuatu yang bikin gue berkata matek kon* dalam hati.

Gue melihat sekeliling. Mungkin hanya gue yang berpakaian paling sopan dan kulit gue paling item (karena semuanya oriental). Oke, itu gue nggak heran dan nggak terlalu masalah menjadi minoritas (walaupun akhirnya membuat gue baris di barisan paling belakang pojok). Setelah gue melihat sekeliling lagi, ternyata tema aerobik saat itu adalah Belly Dance alias Tari Perut. Matek kon.

Untuk orang-orang tertentu, mungkin Belly Dance udah biasa sih. Gue sebagai orang norak, baru pertama kali melakukannya. Setelah gue memastikan nggak ada anak TI atau rekan kantor dalam ruangan, gue pun niruin instruktur ber-Belly Dance dengan semangat 45. Bodo amat, yang penting keringetan dan bugar.

Setelah selesai kelas Belly Dance, gue pun melihat sekeliling dari barisan gue (pojok belakang), dan gue menyadari kebodohan gue. Posisi gue di pojok belakang itu berbatasan langsung dengan kaca tembus pandang tempat para lelaki latihan angkat beban. Matek kon.

Begitulah cerita sedikit kegagalan gue dalam fitness hari pertama. Semoga di hari-hari berikutnya nggak ada ketololan lagi dan gue makin langsying. Salam olahraga !!

Cheers,

-deguitarra-

* matek kon = mati lo (dalam bahasa Surabaya)

One thought on “Fitness for daily activity!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s