When the soundtrack stuck in my head

Pagi !

Harusnya hari ini gw presentasi. Tapi karena manajer tampak rempong dan gw nggak tega untuk bertanya hal yang nggak urgent, jadi lebih baik gw ngeblog satu post dulu aja.

Tampaknya sisi melankolis di diri gw cukup mendominasi diantara sisi lainnya. Salah satu tandanya adalah gw sangat senang nonton film drama yang ceritanya tentang kerumitan hidup seseorang, apalagi kalau banyak sedih-sedihnya. Dan yang sangat mendukung perasaan saat nonton tentu saja adalah soundtracknya. Menurut gw, soundtrack itu krusial.

Berdasarkan pengalaman, soundtrack yang ngena adalah soundtrack dengan lagu minor yang miring di nada-nadanya, dan visualisasi atau aktingnya tepat sasaran. Kalau udah dapet soundtrack yang tepat, biasanya seharian playlist gw adalah lagu itu diulang-ulang terus. Bahkan mood gw untuk nonton film bisa berkurang drastis gara-gara gw pengen dengerin lagu itu terus-terusan. Sambil baca buku atau sambil tiduran misalnya.

Nah. Sekarang lagu soundtrack yang sangat mengusik ketentraman jiwa gw adalah lagunya Gilbert O’Sullivan yang judulnya Alone Again (Naturally), yang merupakan soundtrack dari film Ice Age 3.

Mau tau gimana adegan di film kartun Ice Age ini saat soundtrack diputar?

Adegannya adalah tentang buah kenari. Awalnya, buah kenari ini selalu dikejar oleh rakun, dan suatu ketika kenari ini diperebutkan oleh 2 rakun, rakun jantan dan betina. Mereka selalu berkelahi demi mendapatkan kenari. Tapi ujungnya, rakun ini akhirnya saling jatuh cinta dan kenari itu ditinggal.

What a simple scene, right? I wish you only knew, that I’m only nuts for you.. Alone again.. Naturally..

Tapi menurut gw, visualisasi dari kesedihan kenari itu tergambar dan soundtracknya bener-bener pas. Dan jadilah lagu ini terngiang-ngiang di kepala sepanjang hari. Gw dengerin sambil baca novel drama (tetep harus drama ya), sambil tiduran, mungkin akan sangat pas kalo gw dengerin di dalam mobil saat hujan dan gw melihat ke luar jendela. Buset dah mellow amat..

Lagu soundtrack lain yang dulu pernah mengusik ketentraman jiwa gw adalah lagu Moon River yang ada di film Breakfast at Tiffany’s. Sebenarnya scenenya sangat sederhana, hanya ada wanita yang lagi bernyanyi lagu itu di atas jendela kamarnya sambil bermain gitar. Tapi the way she expressed her feeling itu sangat pas dengan lagu Moon River. Moon river, wider than a mile. I’m crossing you in style someday.. Oh dream maker, you heart breaker. Wherever you’re going, I’m going your way..

Ada lagu soundtrack yang dari jaman gw belum puber sampe sekarang belum gw temukan lagunya di situs download lagu gratis manapun, yaitu soundtracknya Pinocchio (bukan versi kartun). Scenenya adalah saat dia melarikan diri dan tidak ada Gepetto di sampingnya. Saat itu dia benar-benar kehilangan arah dan jati diri (jati diri sebagai sebuah kayu lebih tepatnya), dia bingung harus kemana dan arus sungai membiarkan dia pergi entah kemana. Di scene itulah lagu ini diputar. Gw masih ingat nadanya, tapi teksnya yang gw ingat hanya kata-kata awal ‘what are we made of?‘ dan kata-kata akhir ‘turn around, think again‘.

Udah nonton The Chronicles of Narnia : Prince Caspian? Disitu ada adegan perpisahan antara Prince Caspian dan Susan yang menurut gw scenenya sedih. Dan tambah sedih setelah ditambah soundtrack Regina Spector yang judulnya The Call. I’ll come back when you call me, no need to say goodbye..

Ada juga lagu yang sudah familiar sebelumnya, tapi ternyata jadi lebih stuck setelah menjadi soundtrack film dan berhasil membuat gw merinding, contohnya adalah Coldplay yang judulnya the Scientist yang menjadi soundtrack film Wicker Park. Adegannya adalah saat dimana kedua orang yang sangat sulit untuk bertemu dan pada akhirnya mereka memang ditakdirkan untuk bertemu. Itu sangat pas dengan lagunya Coldplay. Come up to meet you, tell you I’m sorry, you don’t know how lovely you are.. I had to find you, tell you I need you, tell you I set you apart..

Ada juga soundtrack yang terngiang-ngiang di kepala walaupun gw belum nonton filmnya, seperti instrumen berjudul Cavatina (soundtrack film Deer Hunter) dan So Close yang dinyanyikan Jon McLaughlin (soundtrack film Enchanted). Bahkan lagu Cavatina pertama kali gw denger saat dosen gw di kuliah termodinamika muter lagu itu pas ujian, dan setelah ujian selesai gw bertanya judul lagu instrumen itu ke si dosen. Kenapa gw bisa suka lagu itu? Karena nadanya. Dan gw bisa membayangkan scene di otak gw sesuai imajinasi sendiri. Tapi sampai sekarang gw belum berniat untuk nonton film dari soundtrack itu. Mungkin setelah nonton, gw bisa berubah nggak suka lagu itu lagi karena visualisasinya beda dari bayangan. Atau bisa jadi gw tambah suka dengan lagunya.

Sebenarnya masih ada banyak lagu yang terngiang-ngiang di kepala setelah gw tonton, seperti lagu-lagu yang diputar di film Lion King. However, music is one of the main reason for boosting mood, remembering moments, and relaxing feeling.

Salam,

deguitarra

2 thoughts on “When the soundtrack stuck in my head

  1. eh banin aku punya lagunya pinnochio yg ‘what are we made of’ itu, bahkan mulai dari yg nyanyi di pentas boneka kayu sampe yg pinnochionya kabur trus ngambang di air trus nyanyi lagu itu😀 download kok dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s