Kitab Suci Agama Perfilman

Siang!

Hari ini hari Jumat, dimana merupakan hari yang tersantai di antara hari kerja lainnya (bagi pegawai BUMN). Keadaan di luar sekarang adalah hujan badai dan lagi nggak ada tugas dari bos. Waktu yang sempurna untuk curi-curi ngeblog sebentar. Sekarang gw mau cerita tentang kegiatan yang bikin gw kecanduan dan sangat terdistraksi. Menonton film!

Dulu, gw nggak terlalu suka nonton film. Yah paling banter, nonton Harry Potter. Atau Toy Story, Finding Nemo, Lion King. Titanic pernah nonton ngumpet-ngumpet. Nggak pernah ada pikiran gw bakal nonton film American Beauty, Gone with the Wind, The Pianist, dan film-film Oscar lainnya. Sampai pada suatu ketika, sahabat gw yang bernama Ikhsan menunjukkan kepada gw sebuah kitab. Dia menyebutnya Kitab Suci Agama Perfilman. Dan dari sinilah semuanya berawal..

Kitab Suci Agama Perfilman adalah buku yang berisi tentang urutan 100 film terbaik sepanjang masa (pada masa itu) yang harus ditonton sebelum mati. Isi buku itu lengkap banget, mulai dari resensi film, aktor/aktris yang main, menang Oscar nominasi apa, tahun berapa, dan lain-lain yang gw nggak inget. Tentang urutan film-filmnya, nggak usah heran kalo dia apal luar kepala. Dan yang bikin gw terharu adalah dari 100 film itu, yang baru gw tonton hanya 1. Harry Potter, urutan ke 99 pula. Ikhsan menganggap gw sebagai orang yang berdosa.

Karena gw dianggap berdosa, gw pun berusaha untuk tobat. Gw mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh sang imam. Dia pun mengajak gw ke tempat peribadatan agama perfilman, yaitu toko dvd. Ada berbagai pilihan di Bandung, yaitu Movie Room, Chelsea, dan lain-lain. Tapi biasanya dia ke Chelsea karena lengkap dan harganya lebih murah. Awalnya, gw kira disana cuma liat dvd, beli, bayar, lalu pulang dengan gembira. Ternyata ritual yang dilakukan Ikhsan adalah : liat dvd di tiap rak, nyoba semua keping dvd yang mau dibeli untuk mengecek apakah udah bagus atau belom kualitas gambar dan teksnya, bayar lalu pulang dengan hati gembira. Dan ini memakan waktu minimal sejam. Terkadang, dia bahkan pesan dvd yang memang nggak dijual disana saking langkanya. Dan si Ikhsan bakal ambil dvd pesenannya itu seminggu lagi. Semua itu demi kitab suci agama perfilman.

Dari situlah gw dicekokin berbagai macam film berbagai genre. Setelah gw coba nonton satu persatu, ternyata seru juga ya nonton dvd! Dan gw menemukan genre favorit gw adalah drama tentang kehidupan, contohnya adalah Forrest Gump, American Beauty, Beautiful Life, Fight Club, 7even, Little Miss Sunshine, ChocolatAtonement, Lost in Translation, Finding Neverland, Dead Poets Society, Breakfast at Tiffany’s, the Color Purple, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, the Notebook, dan masih banyak lagi. Gw kurang suka film action, detektif, dan komedi romantis.

Nah. Setelah mengetahui genre favorit dan mabok nonton dvd tiap hari, gw mengikuti tahapan selanjutnya. Ternyata, gw mulai dilatih untuk menonton film Oscar jadul, yaitu film yang dibuat sebelum tahun 70-an. Dengan sabar, si Ikhsan mengajari gw film ini dibuat tahun berapa, aktrisnya siapa, dan dari negara mana yang sampai sekarang gw nggak inget. Nggak heran kita bakal nemu suasana jaman dulu, fashion vintage, dan bahkan film hitam putih di film-film itu. Tapi ternyata film jaman dulu juga udah bermutu, gw suka film Casablanca (tahun 1943), All About Eve (tahun 1950), the Sound of Music (tahun 1965), dan Gone with the Wind (tahun 1939). The Color Purple dan Breakfast at Tiffany’s juga film jadul favorit gw, tapi lupa tahun berapa itu. Masih ada film jadul lainnya yang belom sempet gw tonton mengingat tingkat kejadulan yang terlalu tinggi.

Namun ada kebiasaan Ikhsan yang nggak gw tiru. Yang pertama adalah alamat email pada masa alaynya. Dia menamakannya moviefreaklover@blablabla.com. Kebiasaan yang kedua dan paling nggak habis pikir menurut gw adalah file excel yang berisi tentang analisis skor film yang sudah dia tonton. Jadi begini kurang lebih isi file excel tersebut.

Terdapat tabel yang berisi kolom judul film, dan kolom penilaian. Kolom penilaian ini terdiri dari 3 variabel yang sayangnya gw bener-bener lupa apa aja (kalo nggak salah ada alur, isi cerita, ending, atau apaa gitu). Nanti di kolom paling terakhir ada skor akhir yang berisi formula. Formula itu didapat dari bobot-bobot penilaian variabel-variabel yang telah dia tentukan sebelumnya. Jadi misal, skor akhir = 70% * isi cerita + 15% * alur + dan seterusnya. Nanti, dia akan mengurutkan film dengan skor tertinggi hingga terendah. Setiap menonton film, dia bakal input data dan skornya ke excel itu. Bisa tuh dibikin jadi topik TA.

Begitulah sejarah dari kenapa gw menjadi pecinta film. Selanjutnya, ikhsan mulai mengajari gw nonton film seri walaupun genre gw dan dia agak berbeda. Gw akan bahas di post selanjutnya tentang film seri yang bener-bener bikin hidup gw terdistraksi.

Salam,

-deguitarra-

9 thoughts on “Kitab Suci Agama Perfilman

  1. Asop : Iya sooop, lumayan kan jadi bisa bikin topik TA “Penerapan analisis multivariat dalam pengklasifikasian film Oscar berdasarkan kitab agama perfilman”😆

  2. Buahahahahahaha ini blog full ngomong ttg ke-freak-an saya akan film2 jadul dan berkualitas Oscar haha
    Sampe skrg ngakak sendiri “Kitab Suci Agam Perfilman” Sinting!!

    @Anin: Itu variabel klo gak salah : storyline (40%), akting (30%), kejeniusan (20%), keunikan (10%) hahahaha, klo mau niru pake’ copyright ya, dan skrg kamu jg udh kecanduan kan nin hehe😀

    @Fariz: GIla, freak abis ya kita,sinting haha

  3. Huaaaaa orangnya muncuuul ! *tegang*

    Iya saaan sekarang juga kecanduan tapi masih nggak sefreak kamu, huahahahaa..
    Minta ijin dipublish ya kisah tentang kitab suci agama perfilmannya😀

  4. Haaaaa,, kok sama kayak aku? Mulai ngedata film n skoring film yg udah ditontong pake excel waktu SMP. Klo referensi film biasanya baca cinemags atw baca di IMDb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s