Uneg-uneg tentang bus Transjakarta

“Nin, sabtu jalan yuk!”

“Oke. Kemana?”

Begitulah ajakan jalan dari temen-temen gw tiap Sabtu. Udah jadi hal yang cukup rutin buat gw kalo tiap Sabtu dan Minggu adalah waktunya refreshing bareng temen-temen buat ketemuan jalan2 ke mall. Sebagai warga Tanjung Priok yang budiman, dimana Tanjung Priok terletak di utara sekali Jakarta (bahkan kantor gw mepet laut), maka perjalanan ke daerah pusat bisa makan waktu 1.5 – 2 jam. Dan gw selalu mengandalkan bus Trasjakarta kalo mau kemana-mana.

Bus andalan gw sedang melintas bunderan HI, horeeee
Bus andalan gw sedang melintas bunderan HI, horeeee

Peta Transjakarta supaya tidak tersesat, asiiikk
Peta Transjakarta supaya tidak tersesat, asiiikk

Dan melalui blog ini, gw pengen menyalurkan uneg-uneg gw tentang bus yang beroperasi di Jakarta ini (soalnya gw nggak tau lagi mau nyalurin dimana lagi , huaaa) :

Sebagai salah satu pengguna transportasi umum, sebenernya gw sangat amat terbantu sama keberadaan bus Transjakarta ini. Kenapa? Soalnya kalo naik kopaja atau bus umum yang lain, jujur aja gw sering tegang takut kalo yang duduk di sebelah gw adalah lelaki gatel yang menyebalkan. Belom lagi gw nggak terlalu apal sama rute2nya, jadi agak bingung kalo mau ke sini naik bus yang mana. Trus kalo naik bus umum, baru aja gw naik 1 kaki, busnya udah ngeeeeeeeeng! Kalo turun juga gitu. Baru aja turun 1 kaki, busnya udah ngeeeeeng! Gw tau lo bekerja secara efisien, tapi ya nggak gitu juga sih caranya sampe membahayakan keselamatan penumpang.

Nah, kalo naik bus Transjakarta, inilah kelebihan yang gw rasakan :

1. Punya jalur khusus sehingga terhindar dari macet

Pasti beberapa dari kalian nggak setuju sama statement gw, pasti ada juga yang ngeluh ‘apaan, naik Transjakarta juga sama aja kena macet!’. memang di daerah2 tertentu, jalur bus Transjakarta juga dipake sama pengguna kendaraan lain, seperti mobil, motor, dan lain-lain. Sebenernya kalo pengguna kendaraan mau disiplin, itu bisa jadi kelebihan bus ini karena punya jalur khusus dan terhindar dari macet.

Yuhuuuuuuuu

Yuhuuuuuuuu

2. Minimasi copet dan tragedi ‘yang duduk di sebelah Anda menyebalkan’.

Kalo naik bus Transjakarta, lo nggak bisa seenaknya bilang ‘KIRI BANG!’ karena bus ini punya halte2 khusus untuk naikin dan nurunin penumpang. Kalo ketauan ada copet, dia susah juga ya kaburnya. Lagipula selalu ada petugas di pintu yang siap melayani kita kalo ternyata ada ketidaknyamanan yang terjadi di dalem bus.

Itu dia petugas yang berdiri pake seragam

Itu dia petugas yang berdiri pake seragam

3. Ada recording voice suara mbak-mbak yang menginformasikan tiap mau berhenti di halte

Bagi pengguna setia bus ini, pasti familiar sama suara ini:

“Pemberhentian berikutnya. Halte Blabla. Perhatikan barang-barang Anda dan hati-hati melangkah. Terimakasih.

Next stop. Blabla shelter. Please check your belonging and step carefully. Thank you.”

Dengan recording voice itu, orang-orang jadi tau dan nggak kelewatan berhenti di halte. Tapi akhir-akhir ini, banyak bus yang recording voicenya udah nggak berfungsi lagi, heu.

4. Ongkos irit

Oiya, buat yang tujuan perginya jauh, kalian hanya tetap merogoh kocek hanya Rp 3500,- sahaja. Sebenernya kalo bus kopaja biasa sih Rp 2000,-. Tapi kalo berkali-kali ganti mungkin jadi lebih banyak. Bahkan kalo lo naik bus Tranjakarta sebelum jam 6 pagi, biayanya cuma Rp 2000,-.

Itu adalah yang manis-manis dari bus Transjakarta. Kalo ada manis, pasti ada pahit (apasih). Inilah kejelekan2 bus Transjakarta kalo menurut gw :

1. Antrenya book, nggak nahan !

Kalo menurut gw, armada-armada bus Transjakarta ini masih nggak sebanding ama jumlah penggunanya. Jadi, beginilah hasilnya :

Labaikallahumalabaik (lo kate naik haji?)

Labaikallahumalabaik (lo kate naik haji?)

 Kalo udah antre, imbasnya ke waktu yang jadi sama aja jatohnya kalo kita kena macet. Belom lagi kita belom pasti dapet tempat duduk di dalem. Gw pernah tuh ngeliat ada orang pingsan di halte gara2 berdesak-desakkan. Gw juga pernah selama berdiri di bus Transjakarta nunduk ke bawah gara2 jarak hidung sama ketek orang udah 5 cm sahaja.

2. Fasilitas yang semakin usang

Maksud kata-kata ‘usang’ disini adalah udah semakin rusak gara2 dimakan usia (halah). Jadi AC udah makin nggak dingin (ga tau karena saking banyaknya orang di dalem atau emang udah nggak dingin), suara recording voice seringkali nggak berfungsi, pembatas jalur bus Transjakarta yang roboh di beberapa tempat sehingga kendaraan lain bisa masuk ke jalur bus Transjakarta. Tapi sekarang udah ada beberapa bus yang muter musik, jadi lumayan banget tuh bisa ngusir bete. Ada juga bis Transjakarta yang gandeng 2 gerbong untuk memuat lebih banyak penumpang.

3. Transit yang melelahkan

Gw paling males tuh kalo udah dapet duduk pas pertama kali naik di Priuk, tapi harus transit di halte Cempaka Mas. Belum lagi harus menyusuri jembatan the number 2 longest bridge in the world (yang the longest bridge in the world jatuh kepada jembatan semanggi yang gila banget jauhnya!). Apalagi transit di Harmoni yang antrenya bikin gw melambai-lambaikan tangan ke kamera tanda menyerah.

jembatan busway

jembatan busway

 

Dan berikut ini merupakan uneg-uneg yang gw pikirkan sebagai pengguna setia bus Transjakarta. Karena gw bingung mau nyalurin dimana lagi, ya siapatau ada pihak Transjakarta yang nyasar ke blog gw (ya kali).

1. Perbanyak armada!

Pengguna bus Transjakarta dapat dilihat sudah sangat membludak dan itu artinya sudah berapa persen orang yang tidak menggunakan mobil pribadinya dan memilih naik public transportation. Tapi makin banyak orang mengeluh karena harus antre berjam-jam demi menaiki bus sesuai jurusannya. Menurut gw, perbanyaklah armada bus Transjakarta. Jalur khusus sudah dibuat demi bus ini, seharusnya busnya diperbanyak untuk lebih meminimasi orang yang naik kendaraan pribadi dan menyebabkan kemacetan.

2. Bedakan pintu tempat masuk dan keluar penumpang!

Mungkin di beberapa halte sudah diterapkan pintu yang berbeda bagi penumpang yang turun dari bus dan penumpang yang akan naik ke dalam bus. Gw pernah transit di halte Harmoni, mau naik yang ke arah Pulo Gadung. Pas gw liat tuh antrian, alamakjang! Penuh sesak banget! Dan yang bikin kami mencaci maki adalah, supir bus semena-mena nurunin penumpang di pintu yang untuk orang naik ke dalam bus sehingga antrean yang udah penuh sesak harus dibongkar. Gilaa!

3. Sediakan TV, musik, atau entertainment di halte

Salah satu hal yang paling menyebalkan ketika naik bus Trasnjakarta adalah saat antre di halte. Mungkin dengan dipasangnya TV, bisa jadi pengalih perhatian penumpang yang sedang antre sehingga petugas pun tidak terlalu terkena caci maki penumpang. Gw udah seneng tuh disediakannya vending machine yang jualan produk cokes di halte sehingga kita bisa beli minuman tanpa harus ada penjualnya (walaupun gw sendiri belom pernah nyobain sih).

4. Layanan 24 jam

Seru banget tuh kalo bus Transjakarta bisa menerapkan layanan 24 jam! Gw pernah ngerasain kerja shift dimana gw harus pulang jam 12 malem tanpa pake kendaraan pribadi. Coba kalo bus Transjakarta ada 24 jam, yahud banget tuh buat orang-orang pekerja malam.

5. Sistem pintu bus menggunakan sistem geser

Sebenernya point yang ini nggak terlalu penting sih. Tapi beneran cukup kerasa efeknya saat naik bus yang pintunya geser daripada yang nekuk ke dalam sehingga pas dibuka harus ada pergeseran orang2 yang berdiri dekat pintu. Lebih efisien tempat itu!

 

Oke, mungkin itu saja uneg-uneg dari saya sebagai pengguna setia bus Transjakarta tiap weekend. Btw, mulai hari ini udah ada KRL (kereta api) yang beroperasi di dalam kota. Semoga bisa jadi alternatif untuk bepergian yang bisa diandalkan ya.

Btw, gw juga sangat terbantu loh sama aplikasi bus Transjakarta yang ada di blackberry. Buat gw yang mudah nyasar, aplikasi ini berguna banget karena menyediakan peta tiap koridor, bahkan ada foto pemantau dari beberapa halte (hasil dari CCTV yang ada di halte) sehingga kita bisa memantau serame apakah halte yang akan kita tuju. Cool!

Salah satu tampilan aplikasi Transjakarta di BlackBerry

Salah satu tampilan aplikasi Transjakarta di BlackBerry

Salah satu hasil foto tangkapan aplikasi ini di halte
Salah satu hasil foto tangkapan aplikasi ini di halte

Baiklah mungkin itu saja yang bisa gw sampaikan dari hati yang paling dalam (lebay). Btw, ini foto2 di atas ada beberapa yang gw ambil dari Goggle, maaf kalo nggak gw tulis sumbernya karena lupa nggak dicatet, hehe.

Salam busway,

 

-deguitarra-

3 thoughts on “Uneg-uneg tentang bus Transjakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s