Penyesalan Ibunda Aisyah

Ini adalah salah satu cerita nyata yang sampe sekarang masih terngiang-ngiang di kepala gw. Begini ceritanya..

————————————————————————————————————————————————

Sebut saja Adi. Adi adalah seorang pemuda miskin yang sedang duduk di bangku kuliah – tentu saja dengan beasiswa yang diperoleh dari kampus serta bantuan-bantuan dana dari para saudaranya. Adi memiliki badan yang kurus kering dan kecil, berbanding terbalik dengan semangat juang hidupnya.

Suatu ketika, Adi jatuh cinta pada wanita bernama.. sebut saja Aisyah. Aisyah adalah wanita berparas ayu. Wanita soleh, pandai mengaji, dan merupakan tetangga Adi. Adi yang sudah berumur kepala dua tentu saja sudah memikirkan masa depan dan ingin menikah segera setelah lulus kuliah dan bekerja kelak. Jadi, dia merasa waktunya telah tiba untuk mengungkapkan isi hatinya kepada wanita itu.

Aisyah adalah wanita yang sopan dan lugu. Dia adalah wanita tipikal penurut, semua perintah orangtuanya akan diturutinya. Kegiatannya sehari-hari adalah mengajari anak-anak desa mengaji di masjid. Karena dia wanita penurut, dia pun mau-mau saja berhubungan dengan Adi lebih dari sekedar teman.

Pada suatu hari, ibunda Adi menemui ibunda Aisyah untuk sekedar basa-basi mengenai hubungan kedua anaknya.

Ibu Adi : “Bu, kalau dilihat, hubungan kedua anak kita sudah semakin serius. Bagaimana jika kita resmikan setelah Adi lulus kuliah dan sudah bekerja kelak? Bagaimana menurut Ibu? “

Tak dinyana, ibunda Aisyah adalah orang yang matrealistis. Ia melihat segala sesuatu berdasarkan kekayaan. Melihat kondisi keluarga Adi yang serba terbatas, dia pun mengelak dengan suatu alasan.

Ibu Aisyah : “Aduh, maaf ya Bu.. Aisyah pantesnya sama lelaki yang pandai mengaji.”

——————————————————————————————————————————————-

Ibunda Adi benar-benar sakit hati diperlakukan seperti itu. Dia tersinggung dengan ucapan tetangganya. Adi pun menjauhi Aisyah karena hatinya pun sudah tercoreng dengan tuduhan ibu Aisyah. Adi pun memutuskan untuk mencari wanita lain yang mau menerima dia apa adanya.

Hari demi hari pun berlalu. Adi tumbuh menjadi pria yang cerdas, dan dia lulus dengan nilai yang membuat ibundanya bangga. Ayahnya yang berada di surga pun pasti bangga akan kondisi Adi.

Berita menggembirakan pun datang silih berganti. Setelah lulus, Adi mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan yang terkenal di Indonesia. Pendapatannya sangat tinggi dan dia menjadi buah bibir di kampungnya atas keberhasilannya. Berita itupun tercium oleh Ibunda Aisyah.

Mendengar itu, ibunda Aisyah pun berniat untuk menghampiri keluarga Adi. Tibalah dia di depan rumah Adi, dan kebetulan, Ibunda Adi sedang duduk di teras rumahnya.

Ibu Aisyah : “Assallamualaikum, bu Haji. Begini bu..Sudah lama saya tidak mampir kesini untuk silaturahmi. Sekaligus saya ingin mempertanyakan yang dulu pernah ibu tanya pada saya. Ngg..saya setuju bu dengan hubungan anak-anak kita. Saya setuju Adi menikah dengan Aisyah. Apakah ibu setuju?

Ibu Adi : “Ooh.. Aduh Bu, tapi nuwun sewu, maaf sekali, si Adi masih belum bisa mengaji.

 

Ibunda Adi pun meninggalkan Ibunda Aisyah yang masih termangu di depan halaman rumah Adi.

2 thoughts on “Penyesalan Ibunda Aisyah

  1. Beneran nih nin kisah nyata?
    bukan nyata-nyata FTV kan?,,he3
    Eh nin, ibunya aisyah kira2 mau ga ama tipikal adi juga, kurus kerempeng dan agak miskin, tapi belum lulus😛

  2. Iya Mbah Dard, ini kisah nyata lho, hehhhee..😀
    Harusnya si ibunya Aisyah sih jangan langsung main tolak aja tu.. Kalopun dia nggak sreg, cara nolaknya jangan nyakitin.
    Harusnya sebagai ibu, dia ngebolehin aja demi kebahagiaan anaknya, asalkan si adi mau bertanggung jawab buat nafkahin istrinya dan mereka berusaha bareng2 demi masa depan. Horeeeeeeeee !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s