Jalan-jalan di Pontianak (Part 3)

Haai !

Hari Minggu, yang seharusnya kerja, kami dikasih libur karena managernya masih di luar kota. Asiiiiikkk !

Jadi awalnya kami berencana mau ke kraton, atau lebih dikenal dengan nama istana Kadriah, dan juga mau beli oleh-oleh di PSP. Kami janjian jam 10 pagi. Lalu mundur, janjian saat makan siang. Berhubung Pontianak kalo siang berubah jadi neraka, maka kami janjian di kantor jam 4 sore. Dan karena anak cowok masih siap2, kami ketemu di kantor jam 5 sore.

Sesampai di kantor, gw berlima pun cari angkot yang bisa mengangkut kami ke istana. Dan alhamdulillah, kami ketemu ama supir oplet biru yang baiik. Dia bersedia nganter ke istana, nunggu, dan nganter balik dari istana dengan biaya Rp 60.000,- (untuk berlima). Akhirnya, kami pun kesana dengan pesimis, soalnya udah jam 17.15 dan kami udah berasumsi kalo istana udah tutup.

Sesampai disana, komentar yang keluar adalah :

Vonny : Hah? Ini istananya? Kok beda ama di internet siih? Kalo di internet tu gueeeedeeeeeeeeee bangeeeeettt, megaaaaaaaaaah bangeeeeeeeet !!!!

Gw, Fian, Hugo, Miftah : Kok serem sih?

Istana Kadria

Istana Kadriah

Dan ternyata istananya sudah tutup.

Jadi pengen renang di sungai Kapuas.

Tapi, untungnya disana kami ketemu dengan seorang Bapak tanpa kaos yang lagi duduk-duduk manis di teras istana. Majulah Vonny dan Hugo sebagai tim negosiator, sedangkan gw, Fifi Fian, dan Miftah sibuk foto-foto di depan istana. Akhirnya, atas ijin orang istana, kami berlima diperbolehkan masuk.

Begitu masuk, gw terperangah. Disana ada beberapa anak kecil, mungkin masih umur 6 tahun, cewek, wajahnya cantiiiiiiik bangeet. Ternyata dia anak sultan keturunan Melayu dan Turki. Istana ini ,yang sudah berdiri sejak 1771 (Nyonya Meneer aja kalah), masih kokoh dan terawat banget. Bahkan keluarga Sultan masih nempatin rumah itu. Gw pikir itu bener-bener rumah kosong yang cuma dijadiin museum aja.

Di dalem ternyata penuh dengan barang antik yang bikin gw merinding sendiri. Ada kursi sultan yang nggak boleh didudukin. Pemandangan yang penuh kekanjengan membuat otak gw kembali ke masa lampau (apasih).

Di depan kursi Sultan

Di depan kursi Sultan

Setelah puas setengah jam kita foto-foto di dalam dan ngasi sumbangan untuk nenek yang tinggal disana seikhlasnya, kami pun pulang bersama oplet biru carteran. Ternyata abang oplet ini baik sekali, dia sampe ngasi nomer telponnya untuk dihubungi sewaktu-waktu kalo kami tersesat. Katanya : “Telpon jam 2 pagi juga saya datang.” Oh, super Pontianak Man.

Setelah itu, kami berhenti di Matahari Mal untuk nganterin si Hugo yang kayaknya mau buka hypermart kecil-kecilan di kosannya. Setelah itu, kami makan seafood di depan Matahari Mal. Awalnya gw berlima udah kegirangan pengen nyobain menu makanan ikan yang judulnya unik. Tapi harapan tinggal harapan. Harganya sangat mencekik hati. Akhirnya kami beli nasgor seafood saja yang harganya manusiawi.

Begitulah cerita jalan-jalan hari ini yang singkat. Oiya, ada 2 fakta hari ini yang berhasil gw kumpulkan :

1. Kalo disini, bukan “pesen es teh manis!”, tapi  “pesen teh es!”. Gw jadi inget dulu si fifi pesen “mbak, teh tawar satu!”, tapi yang dianter malah air putih (tawar) dengan es batu. Gw nggak ngerti, mbaknya budek atau harusnya bilang tawar teh ya?

2. Ternyata sebelum masuk ke Pelindo, Fifi pernah kerja selama 3 bulan di Krakatau Steel. Nggak pernah cerita-ceritaaa !! Dan doi (gosipnya) sedang mengumpulkan duit sebesar 10 juta. Untuk apa cobaa?? *hahahaa becanda Fi !!

Okee, udah dulu yaa.. Lanjut lagi kapan-kapan..

Salam,

-deguitarra-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s