Wisata Kuliner dan Museum Lampung (Part 2)

Malam !

Setelah puas jalan-jalan hari Sabtu nyari pempek dan ke museum, gw bersama personil lengkap bertiga jalan-jalan lagi mengeksplor kota Bandar Lampung. Ini dia yang berhasil kita jelajah..

1. Bakso Sony

Konon, ada bakso yang terkenal paling enak di Bandar Lampung, yaitu bakso Sony. Akhirnya kita pun cari cara untuk ke Bakso Sony yang ada di Jalan Wolter Monginsidi. Ternyata waktu kita kesana, emang rame pengunjung!

Bakso Son Haji - Sony

Bakso Son Haji - Sony

Baksonya mantep banget , kerasa dagingnya

Baksonya mantep banget , kerasa dagingnya

Yang cukup unik di bakso Sony ini adalah : di depan pintu masuk ada etalase kecil tempat potongan-potongan sapi. Jadi memang terbukti kalo bakso Sony ini asli daging sapinya.

Etalase berisi potongan sapi

Etalase berisi potongan sapi

Tulang sapi

Tulang sapi

Menurut gw, bakso Sony ini recommended buat dicoba, apalagi buat pencinta bakso. Baksonya kerasa daging sapinya dan harganya juga terjangkau.

Buat yang mau coba, boleh silakan dateng ke :

Bakso Sony

Jl Wolter Monginsidi No.1 Lampung

Harga bakso per porsi : Rp 15.000 ,-

2. Taman Seni Budaya Lampung

Setelah kenyang makan bakso yang endang, gw bertiga mencari suasana mall. Akhirnya kita pun mampir sebentar ke Central Plaza buat windows shopping. Ternyata gw nggak sengaja beli baju dan Fifi nggak sadar beli sandal jalan. Setelah dari Central Plaza, kita berencana mau jalan lurus ke Mall Kartini. Tapi di pertigaan, Vonny tiba-tiba melihat sesuatu di jalan :

Taman Budaya Propinsi Lampung

Taman Budaya Propinsi Lampung

Gw dan Vonny histeris mau kesana, sedangkan Fifi pucat melihat museum. Akhirnya kita bertiga pun kesana dan membayangkan akan mendatangi sebuah museum megah dengan barang-barang budaya khas Lampung.

Sesampai disana..

*hening*

Gw : (Bertanya pada mas-mas) “Mas, Taman Budaya Lampung mana ya?”

Mas : “Ya ini dia Taman Budaya Lampung”

*hening*

Vonny :”Ngg.. Maksudnya, kalo mau foto-foto gitu dimana ya mas?”

Mas : “Hmm mungkin bisa ke ruangan itu aja, ada patung orang Lampung”

Fifi : “Heu becanda nih kalian ngajak gw ke tempat ibu-ibu PKK gini”

Ternyata setelah dilihat-lihat, sepertinya Taman Budaya Lampung ini adalah tempat untuk latihan kesenian Lampung, misalnya tempat latihan nari, latihan main musik khas Lampung (eh ada nggak sih?), dan kegiatan kesenian lain. Karena saat itu sedang nggak ada anak yang latihan, jadilah keheningan tiada tara ada disana. Seandainya disana sedang ada latihan nari, mungkin bakal jauh lebih berkesan. Dan inilah hasil foto-foto kita bertiga disana :

Kalau ada yang berminat untuk mengunjungi Taman Budaya Propinsi Lampung, kalian bisa datang ke :

Taman Budaya Propinsi Lampung

Jalan Cut Nyak Dien No. 24 Bandar Lampung

3. Pusat Pemasaran Kerajinan Kota Bandar Lampung

Setelah foto-foto di Taman Budaya, kita tergerak untuk cari pindang Lampung yang katanya rasanya mantap. Ada 2 referensi pindang yang gw dapat dari internet, yaitu Pindang Meranjat Mak War dan Pindang yang ada di Jalan Tulang Bawang (Enggal) dan Pindang di jalan Raden Intan sebelah Holland Bakery. Karena gw lebih familiar dengan jalan Raden Intan, maka gw dengan semangat 45 mengajak Vonny dan Fifi kesana. Dengan banyak adegan menyasar, akhirnya kita pun sampai di Holland Bakery. Tapi ternyata pindangnya udah nggak jualan.*hening sehening-heningnya*

Mengingat perjuangan mencari pindang sudah menguras tenaga, sayang banget kalo kita bertiga nggak berhasil makan pindang. Kita pun berusaha cari pindang meranjat Mak War di daerah Enggal. Seperti biasa, kita pun menjalankan ritual tersesat. Sambil sok-sokan buka GPS (padahal nggak bisa baca peta) dan minum air mineral yang tinggal seteguk, kita bertiga pun melangkah terseok-seok (mulai lebay). Dan entah kenapa, setiap sedang tersesat, ada saja museum yang kita temukan. Saat ini, kita menemukan papan ini :

Pusat Pemasaran Kerajinan Kota Bandar Lampung

Pusat Pemasaran Kerajinan Kota Bandar Lampung

Setelah melihat gedung di dalamnya, gw dan Vonny histeris kegirangan. Fifi histeris karena mencium bau-bau museum, apalagi tulisan di depan gedungnya adalah seperti ini :

PKK/Dharmawanita

PKK/Dharmawanita

Setelah bertanya pada mas-mas penjaga, kita bertiga diperbolehkan masuk ke halaman depan, tapi sayang sekali lagi-lagi tempat ini lagi tutup di akhir minggu! Jadi, kita cuma berhasil foto-foto di depan gedung dan foto-foto kerajinan Lampung dari balik kaca. Kasian..

Bangunan tempat memasarkan produk kerajinan Lampung

Bangunan tempat memasarkan produk kerajinan Lampung

Baju adat Lampung

Baju adat Lampung

Berfoto bersama pilar (saking nggak ada objek lain)

Berfoto bersama pilar (saking nggak ada objek lain)

Kalo ada yang berminat datang untuk beli kerajinan dan barang khas Bandar Lampung, atau mungkin cuma mau sekedar foto-foto (seperti gw), bisa datang kesini. Tapi ingat, buka hanya di jam kerja ya (senin sampai jumat pukul 8.00 – 17.00).

Pusat pemasaran kerajinan Bandar Lampung

Jalan Majapahit No. 18 Bandar Lampung

4. Pindang Meranjat Mak War

Setelah istirahat dengan duduk mengemper di pusat pemasaran kerajinan Bandar Lampung dan minum air sisa bekal, gw bertiga pun meneruskan perjalanan mencari pindang meranjat Mak War yang ada di jalan ikan bawang. Setelah tanya satpam, pejalan kaki, tukang parkir, dan ibu penjual gorengan, kita pun sampai di pindang meranjat Mak War, alhamdulillah yah.. Dan gw terperanjat. Suasananya agak beda dari bayangan gw. Tempatnya sederhana tapi cukup enak karena berkonsep lesehan. Waktu gw kesana, sepi banget karena memang bukan waktu makan. Gw bertiga pesen pindang patin dan ternyata rasanya memang endang bambang!

Pindang Meranjat Mak War

Pindang Meranjat Mak War

Pindang patin

Pindang patin

 Yang paling gw suka adalah kuahnya. Aroma kuahnya adalah semacam perpaduan asam dan pedas yang sedap banget. Walaupun belum jam makan malam, gw nggak sadar makan lahap banget! Oiya, selain pindang sebagai menu utama, pelayan menaruh beberapa macam makanan pendamping di meja (kayak konsep restoran padang). Awalnya gw berharap ada sambel tempoyak (sambel duren) yang merupakan salah satu makanan khas Lampung. Tapi sayang sekali waktu itu lagi nggak ada. Jadi akhirnya gw makan sambel mangga dan ikan yang rasanya mirip paru-paru goreng (gw lupa namanya apa, kalo nggak salah kiluang. Enak banget!).

Sambal mangga

Sambal mangga

Ikan enak yang lupa namanya

Ikan enak yang lupa namanya

Lauk lain yang terhampar di meja

Lauk lain yang terhampar di meja

Menurut gw,  ini adalah salah satu makanan khas Lampung yang mantap. Harganya juga terjangkau, pindang patin hanya Rp 15.000,- (belum termasuk nasi). Gw lupa rincian pastinya gimana, yang jelas 3 nasi + 3 pindang patin + sambel mangga + ikan kecil = Rp 88.000,- (per orang sekitar Rp 29.000,-) belum termasuk minum.

 Kalo ada yang mau nyobain pindangnya Mak War yang mantep ini, bisa dateng ke :

Pindang Meranjat Mak War

Jalan Tulang Bawang No.8 Enggal, Bandar Lampung (depan SMA Arjuna)

Begitulah perjalanan wisata kuliner dan museum Lampung gw di minggu pertama. Di post selanjutnya, gw mau nulis tentang pengalaman gw backpacking ke Palembang.

Salam jalan-jalan,

-deguitarra-

About these ads

18 thoughts on “Wisata Kuliner dan Museum Lampung (Part 2)

  1. ngakak halus abis baca 3 posting soal lampung :D …nice blogging! :) kebetulan aku mo ke lampung akhir pekan ini, lumayan buat tambahan referensi. thanks!

  2. gw orang lampung asli.,.,.,bakso soni tu dah jadi ikon di lampung coba ja geh rsany beda sama2 bakso2 lain,..,.,.,yakin itu pake daging asli gan

  3. Betul tuh.. bisa dijadikan tempat beajar juga untuk museumnya.. pilihan yg tepat untuk mengajak ank.. :)

  4. bikin ngiler banget nih postingnya..huhuhu
    (yang tentang makanan maksudnya)
    budaya Lampung memang banyak banget yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s